Berkat ‘Fish Bank’, Produksi Ikan Bernilai Ekspor di Banyuwangi Melonjak

surabayapagi.com
Nelayan Banyuwangi saat hendak menenggelamkan fish bank ke laut. SP/ BYW

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melalui Dinas Perikanan setempat tengah melakukan rumah buatan bagi ikan bernama ‘Fish Bank’, dimana rumah buatan tersebut berfungsi seperti terumbu karang untuk tempat berkumpul dan berkembang biaknya ikan, seperti ikan kerapu, kakap merah, hingga giant trevally (ikan kuwe).

Tentu saja adanya inovasi ‘Fish Bank’ tersebut dapat meningkatkan produksi ikan bernilai ekspor dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Diketahui, harga ikan kerapu dan kakap merah di atas Rp 50.000 per kilogram, sedangkan ikan kuwe berkisar Rp 30.000 per kilogram untuk ukuran besar di atas satu kilogram, dan Rp 40.000 untuk ukuran kecil. 

Baca juga: Bupati Ipuk Optimis, Momen Ramadhan Dongkrak Perekonomian Rakyat Banyuwangi

"Kenaikannya bisa dua hingga tiga kali lipat. Ikan-ikan tersebut merupakan ikan karang. Kalau tidak ada fish bank bamboo itu, biasanya ikan pelagis kecil yang tertangkap dan nilai ekonominya rendah," kata Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudra, Rabu (17/09/2025).

Untuk tempat ‘Fish Bank’ tersebut berada di salah satu titik penenggelaman fish bank berada di Pantai Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari. Ada tiga unit fish bank yang ditenggelamkan dari total 80 unit di Pesisir Pantai Desa Patoman. Fish bank tersebut diletakkan di zona inti dengan kedalaman 9-12 meter di dalam laut.

Baca juga: Perkuat Status Green Card UNESCO, Pemkab Banyuwangi Siapkan Proses Revalidasi Geopark Ijen

“Ini adalah bentuk kolaborasi yang baik untuk konservasi laut. Program ini selaras dengan program dalam RPJMN Presiden dan juga RPJMD Banyuwangi untuk strategi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan,” kata Ipuk. “Kami sangat mendukung program ini karena langsung dikelola dan bermanfaat bagi nelayan,” ujarnya.

Fish bank merupakan teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat dalam menjaga ekosistem laut. Dari sisi ekologi, hal ini menjadi upaya menjaga siklus berkelanjutan dari kehidupan laut. Sementara itu, dari sisi sosial, menguatkan gotong royong karena dalam membuat dan mengelolanya membutuhkan kerjasama nelayan.

Baca juga: Bentuk Kepedulian Sesama, Gerakan ASN Banyuwangi Berbagi Salurkan Paket Sembako

Ia berharap para nelayan bisa mengelola, memonitoring, hingga mengevaluasi penggunaan fish bank agar program ini berdampak pada kesejahteraan nelayan itu sendiri. Dan dengan adanya fish bank, hasil tangkapan ikan nelayan tidak lagi tergantung pada musim. Saat ini, di Pantai Bomo ada 150 fish bank yang sudah ditenggelamkan. by-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru