Fokus Perbaiki Sekolah Rusak, Pemkab Sumenep Alokasikan Rp7,7 Miliar

surabayapagi.com
Salah satu bangunan sekolah rusak yang berada di lingkup Kabupaten Sumenep. SP/ SMP

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, saat ini tengah fokus memperbaiki sejumlah bangunan hingga fasilitas sekolah yang rusak, mulai dari rusak ringan, sedang hingga parah.

Hal itu dibenarkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi, dimana saat ini Pemkab akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp7,7 miliar untuk perbaikan tersebut.

Baca juga: Hidupkan Ekonomi Warga, Pemkab Sumenep Bentuk Tim Khusus Pembinaan Koperasi

"Anggaran sebesar ini untuk memperbaiki sebanyak 17 sekolah rusak tingkat SD, dengan berbagai tingkat kerusakan, mulai dari rusak ringan, sedang hingga parah," Kabid Disdik Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi, Rabu (01/10/2025).

Lebih lanjut, sebanyak 17 sekolah yang rusak tersebut membutuhkan perbaikan tersebar di wilayah daratan dan kepulauan. Sedangkan sebanyak sembilan dari 17 SD yang rusak itu mendapatkan program revitalisasi dari pemerintah pusat.

Baca juga: Siswa SMPN 1 Jabon Sidoarjo yang Tak ikut ODL ke Jogja, Laksanakan ODL Mandiri di Griya Batik Sidoarjo

"Rehabilitasi yang akan kami lakukan bermacam-macam, mulai dari ruang kelas, ruang guru hingga toilet. Tapi yang paling banyak adalah ruang kelas. Jadi, dari 17 sekolah yang kami perbaiki ini, sebanyak sembilan di antaranya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK)," katanya.

Sementara itu, anggaran untuk perbaikan sarana pendidikan tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan dan perbaikan sarana serta gedung sekolah di Sumenep mencapai Rp64 miliar.

Baca juga: Disdikbud Kota Malang Komitmen Gagas Percepat Pemutusan Soal Angka ATS Tiap Wilayah

Diketahui, dana tersebut berasal dari kombinasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 80 persen dan anggaran dari APBD sebesar 20 persen. "Anggaran tahun ini lebih kecil, karena anggaran sangat terbatas. Di samping itu, ada program penghematan anggaran juga dari pemerintah pusat," katanya. sm-01/dsy

Editor : Desy Ayu

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru