Basarnas Duga Reruntuhan Gedung Akibat Kegagalan Konstruksi, Kini 4 Santri Tewas
Baca juga: Desa Sugihwaras Bersholawat Dalam Rangka Ruwat Desa 2026
SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang tewaskan empat santri, tidak hanya menggugah Menteri Agama, tapi juga Presiden Prabowo.
Basarnas menyebut, gempa bumi magnitudo (M) 6,5 di Sumenep semalam ternyata berdampak signifikan terhadap reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Hingga Rabu Sore (1/10) masih ada sejumlah korban yang terjebak di reruntuhan tersebut.
Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menyebut getaran gempa yang dirasakan hingga Sidoarjo itu menambah penurunan beban runtuhan.
"Dari A1 (titik runtuhan di bagian depan, dekat pintu masuk) terjadi penurunan posisi beban yang tadinya sekitar 15 cm di tempat korban (kemungkinan terjebak), diukur tadi sudah turun menjadi 10 cm," ujar Freezer,Rabu (1/10/2025).
Dampak getaran gempa Sumenep diprediksi membuat korban semakin dalam kondisi terhimpit reruntuhan. "Kalau kami menyampaikan, yang ada di lokasi A1 itu terjadi penurunan yang cukup signifikan. Begitu himpitan turun, apa yang terjadi? Kompresi semakin kuat," katanya.
Lebih lanjut, Freezer menjelaskan sebelum terjadinya gempa, ada korban terjebak reruntuhan yang masih bisa menggerakkan kepala hingga tangan. Namun, setelah terjadinya gempa Sidoarjo, kondisi korban diduga semakin sulit bergerak.
"Setelah itu (terjadi gempa) tidak bisa lagi. Artinya memang kompresi sudah semakin mendekat. Kemudian dari batang tubuh dengan lingkar kepala kita yang paling besar apa? Batang tubuh dan panggul. Nah pada saat kita coba tadi kita sudah bisa tarik, tapi begitu kita mau tarik, stuck-nya di panggul, ternyata dia melintir dengan kaki tertekuk," jelasnya.
4 Santri Meninggal
Tim SAR mengidentifikasi bahwa situasi yang dihadapi sejumlah korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo semakin buruk akibat Gempa Sumenep M 6,5 (dimutakhirkan jadi 6,0) pada Selasa (30/9). Ada korban yang tadinya bisa menggerakkan kepala kini sudah tidak bisa lagi melakukannya.
Haikal menjadi salah satu dari dua korban reruntuhan ambruknya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang berhasil dievakuasi. Haikal selamat, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia.
Kedua korban itu berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10) sore. Haikal kni menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan bahwa dua korban itu ditemukan di area A1 atau sekitar pintu masuk bangunan.
"Satu kondisi sudah meninggal dunia dan satu alhamdulillah mudah-mudahan pada saat tadi kita serah terimakan dengan tim medis. Mudah-mudahan yang bersangkutan cepat pulih dan sembuh sehat kembali," kata Syafii, Rabu (1/10/2025).
Syafii mengatakan ada 15 titik kemarin yang dideteksi tim SAR untuk mengevakuasi gabungan. Kini tercatat 4 santri meninggal.
Akibat Kegagalan Konstruksi
Basarnas menganalisis penyebab ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Hasilnya, ambruknya bangunan itu dipicu kegagalan struktur bangunan.
Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer menyebut berdasarkan asesmen dari ahli, gedung yang roboh itu terdiri atas tiga lantai plus satu lantai atap cor. Bangunan yang ambruk tersebut membentuk tumpukan yang dikenal dengan sebutan 'pancake model'.
"Konstruksi bangunan yang utamanya dari empat lantai lalu kemudian akibat kegagalan konstruksi, ini jatuhnya adalah kegagalan konstruksi, kemudian berubah menjadi tumpukan atau istilah internasional itu pancake model," ujar Freezer.
Ia menjelaskan arah atau pusat runtuhnya bangunan itu condong ke sisi kiri. Hal tersebut sebagaimana asesmen yang telah dilakukan.
"Nah, dari pancake model ini kalau kita lihat gravity of center-nya itu ada di posisi seperti dia posisi ke arah kiri. Kalau kita lihat dari sisi sebelah kanan ya," ucapnya.
Baca juga: Gedung Dewan Dipasang ACP, Namun Pekerjanya tak Dilengkapi K3
Kegagalan konstruksi juga terlihat di bagian kolom utama di tengah bangunan.
Diatensi Presiden Prabowo
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mendatangi lokasi musala roboh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur. Suharyanto mengatakan mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menangani peristiwa tersebut.
*Kehadiran kami ke sini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto yang sekaligus menitipkan belasungkawa khususnya bagi keluarga korban semoga tegar dan diberikan kesabaran," kata Suharyanto seperti dikutip dari keterangan tertulis BNPB, Rabu (1/10/2025).
Suharyanto mengecek lokasi musala roboh itu bersama Kepala Basarnas M Syafii, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono. Bangunan itu diduga roboh karena kegagalan konstruksi.
Tim pencarian dan pertolongan (search and rescue atau SAR) gabungan masih berupaya mengevakuasi 91 santri yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. Data itu diperoleh berdasarkan daftar absensi.
Upaya evakuasi oleh tim SAR terhambat struktur gedung yang belum memungkinkan dibongkar menggunakan alat berat. Tim SAR menyebut ada enam santri yang masih hidup di bawah reruntuhan. n hik/rmc
Editor : Moch Ilham