SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Sidoarjo saat dua praja IPDN Sidoarjo meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di arteri Porong Kamis pekan kemarin, (15/1) 2026.
Praja IPDN Jatinangor Angkatan XXXIII itu bernama Adinata Ali Putra Rizqullah dan Adzra Sybil Alvina.
Adzra Sybil Alvina adalah putri Drs. Anwar Camat Wonoayu. Kuasa Illahi berkehendak Vina sebutan akrab Adzra Sybil Alvina meninggal sebelum yudisium sebentar lagi.
Rekan-rekan sejawat Vina dari berbagai daerah seperti Blitar dan Tulungagung turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Mereka mengenang Vina sebagai sosok yang sangat rendah hati (humble). Seorang teman dari Blitar bahkan bercerita bahwa Vina pernah merawatnya dengan tulus saat ia sakit di rumah sakit.
Kepergian Vina dan Asraf, dua calon pamong ini, juga mengukir kenangan duka masyarakat Sidoarjo dan seluruh tanah air. Namun yang pasti, peristiwa kecelakaan maut itu menyisakan persoalan serius soal infrastruktur jalan. Sebuah kewajiban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim untuk menuntaskan masalah tanggung jawab infrastruktur itu.
“Berbagai informasi tempat kejadian anak saya kecelakaan, tidak ada kubangan jalan. Jalannya tidak rata, bergelombang. Tetangga saya sendiri sudah ngecek kesana untuk memastikannya ribut – ribut di medsos, anak saya dan Asraf kecelakaan karena jalan berlubang,” ujar Drs. Anwar, saat beberapa wartawan Jurnalis Online Siber Sidoarjo (JOSS) bertakziah di rumah duka Desa Urang Agung, Sidoarjo.
Dua calon pemimpin bangsa ini menjadi pengingat keras bagi pemangku kebijakan Prov. Jatim, untuk segera membenahi jalur Arteri Porong yang sering memakan korban.
Perjuangan Vina dan Asraf yang gugur saat masih mengenakan atribut kedinasan dan dalam kondisi menjalankan sunnah puasa, menjadi catatan sejarah duka tersendiri yang akan selalu dikenang oleh masyarakat, khususnya warga Sidoarjo.
Kepergiannya Adzra Sybil Alvina terasa sangat membanggakan orangtua sekaligus buka mendalam karena peristiwa kecelakaan maut itu tepat saat Vina baru saja menyelesaikan tugas sosialisasi di SMA Negeri 2 Sidoarjo, sekalipun Ia alumnus SMA Negeri 3 Sidoarjo.
“Pagi – pagi (Kamis) dia sudah berangkat ke SMA 2 untuk sosialisasi memotivasi siswa selama anak saya di IPDN. Itu permintaan kating (kakak tingkat)nya di IPDN, kalau pulang kampung untuk sempatin sosialisasi di SMA 2. Padahal anak saya lulusan SMA 3,” tutur Sulami mengisahkan.
Memang, Vina dengan NPP 33.0513 sosok Praja angkatan ke-33 di lingkungan kampusnya, dikenal humble alias supel terhadap siapa saja, termasuk terhadap para pengajarnya. Tak heran banyak empati padanya dan permintaan sosialisasi jati dirinya di IPDN pun mengalir deras. Hdk/hik
Editor : Moch Ilham