Belajar dari Reruntuhan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo

surabayapagi.com
Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berita utama harian Surabaya Pagi edisi Kamis (2/10), berjudul "Getaran Gempa Sumenep, Ngimbas ke Ponpes Sidoarjo." Disertai sub judul "Basarnas Duga Reruntuhan Gedung Akibat Kegagalan Konstruksi . 4 Santri Tewas "

Ditulis, reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, yang tewaskan empat santri, tidak hanya menggugah Menteri Agama, tapi juga Presiden Prabowo.

Baca juga: Ramadhan, Puasa, Mohon Ampunan Hingga Bikin Event

Basarnas menyebut, gempa bumi magnitudo (M) 6,5 di Sumenep semalam ternyata berdampak signifikan terhadap reruntuhan bangunan di Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo. Hingga Rabu Sore (1/10) masih ada sejumlah korban yang terjebak di reruntuhan tersebut.

Kasubdit Pengarahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer, menyebut getaran gempa yang dirasakan hingga Sidoarjo itu menambah penurunan beban runtuhan.

"Dari A1 (titik runtuhan di bagian depan, dekat pintu masuk) terjadi penurunan posisi beban yang tadinya sekitar 15 cm di tempat korban (kemungkinan terjebak), diukur tadi sudah turun menjadi 10 cm," ujar Freezer, Rabu (1/10/2025).

Dampak getaran gempa Sumenep diprediksi membuat korban semakin dalam kondisi terhimpit reruntuhan. Freezer menjelaskan sebelum terjadinya gempa, ada korban terjebak reruntuhan yang masih bisa menggerakkan kepala hingga tangan. Namun, setelah terjadinya gempa, kondisi korban diduga semakin sulit bergerak.

"Setelah itu (terjadi gempa) tidak bisa lagi. Artinya memang kompresi sudah semakin mendekat. Kemudian dari batang tubuh dengan lingkar kepala kita yang paling besar apa? Batang tubuh dan panggul. Nah pada saat kita coba tadi kita sudah bisa tarik, tapi begitu kita mau tarik, stuck-nya di panggul, ternyata dia melintir

dengan kaki tertekuk," jelasnya.

Tim SAR mengidentifikasi bahwa situasi yang dihadapi sejumlah korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo semakin buruk akibat Gempa Sumenep M 6,5 (dimutakhirkan jadi 6,0) pada Selasa (30/9). Ada korban yang tadinya bisa menggerakkan kepala kini sudah tidak bisa lagi melakukannya.

Haikal menjadi salah satu dari dua korban reruntuhan ambruknya bangunan  yang berhasil dievakuasi. Haikal selamat, sedangkan satu korban lainnya meninggal dunia.

Kedua korban itu berhasil dievakuasi pada Rabu (1/10) sore. Haikal kni menjalani perawatan di RSUD Sidoarjo.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan bahwa dua korban itu ditemukan di area A1 atau sekitar pintu masuk bangunan.

"Satu kondisi sudah meninggal dunia dan satu alhamdulillah mudah-mudahan pada saat tadi kita serah terimakan dengan tim medis. Mudah-mudahan yang bersangkutan cepat pulih dan sembuh sehat kembali," kata Syafii, Rabu (1/10/2025).

Syafii mengatakan ada 15 titik kemarin yang dideteksi tim SAR untuk mengevakuasi gabungan. Kini tercatat 4 santri meninggal.

Basarnas menganalisis penyebab ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo. Ambruknya bangunan itu dipicu kegagalan struktur bangunan.

Kasubdit RPDO (Pengarahan dan Pengendalian Operasi) Bencana dan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM) Basarnas, Emi Freezer menyebut berdasarkan asesmen dari ahli, gedung yang roboh itu terdiri atas tiga lantai plus satu lantai atap cor. Bangunan yang ambruk tersebut membentuk tumpukan yang dikenal dengan sebutan 'pancake model'.

"Konstruksi bangunan yang utamanya dari empat lantai lalu kemudian akibat kegagalan konstruksi, ini jatuhnya adalah kegagalan konstruksi, kemudian berubah menjadi tumpukan atau istilah internasional itu pancake model," ujar Freezer.

Ia menjelaskan arah atau pusat runtuhnya bangunan itu condong ke sisi kiri. Hal tersebut sebagaimana asesmen yang telah dilakukan.

"Nah, dari pancake model ini kalau kita lihat gravity of center-nya itu ada di posisi seperti dia posisi ke arah kiri. Kalau kita lihat dari sisi sebelah kanan ya," ucapnya.

Kegagalan konstruksi juga terlihat di bagian kolom utama di tengah bangunan. Nah! Kontruksi bangunan bertingkat ini diduga menjadi penyebab musibah.  Pelaksana pembangunan dan pemilik pondok bisa diusut polisi.

 

***

 

Ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo hingga Rabu, masih menjadi sorotan publik.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mendatangi lokasi musala roboh di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny. Ia mendapat perintah dari Presiden Prabowo Subianto untuk menangani peristiwa tersebut.

Praktis setelah lebih dari 24 jam sejak kejadian, pihak Pemda Sidoarjo mulai mempertanyakan perizinan pendirian bangunan 4 lantai tersebut.

Bupati Sidoarjo Subandi mengungkapkan pihaknya sudah menanyakan hal tersebut kepada pihak ponpes dan mendapati bahwa bangunan tersebut diduga tak mengantongi Izin Mendirikan Bangunan atau IMB.

"Ini saya tanyakan izin-izinnya mana, tetapi ternyata nggak ada, ngecor lantai tiga, karena konstruksi tidak standar, jadi akhirnya roboh," ujar Subandi kepada wartawan, Rabu (1/10/2025).

Menurut Subandi semua pembangunan tanpa IMB seharusnya tidak boleh didirikan dahulu. Sebab pembangunan serta pengerjaan konstruksi yang tidak sesuai standar sangat berisiko. Nah, kini resiko itu terjadi.

Baca juga: Imlek di China, Mudik Terbalik, Fenomena Global

"Nanti akan kita sosialisasikan kembali, kalau ada pembangunan yang tidak dilengkapi izin, akan kita berhentikan dahulu, kita tidak ingin musibah ini terulang kembali," katanya.

Terpisah, salah satu Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, KH Abdus Salam Mujib mengungkapkan bangunan yang ambruk merupakan bangunan yang masih dibangun. Pembangunannya sudah berjalan salaam 9-10 bulan terakhir.

Pada hari kejadian, baru saja dilakukan pengecoran terakhir di lantai 4. Pengecoran tersebut dilakukan pada pagi hari. Sementara kejadian terjadi pada pukul 15.00 WIB saat menggelar salat Asar berjamaah.

"Ini pengecoran yang terakhir saja. Itu jebol," ujar Mujib.

Menurut pengelolah pondok, jumlah santri yang terjebak di bawah reruntuhan diperkirakan  lebih dari 140 orang. Pihak ponpes memperkirakan dari daftar absen siswa.

Berdasarkan perkembangan evakuasi sementara pada Selasa (30/9/2025) pukul 19.00 WIB, sudah ada 100 orang dievakuasi. 26 orang masih menjalani perawatan inap, 70 orang telah diperbolehkan pulang, tiga orang dilaporkan meninggal dunia, serta ada satu pasien yang dirujuk ke rumah sakit di Mojokerto.

Lalu, berdasarkan data absensi santri, 91 orang diduga masih tertimbun di lokasi tersebut.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, mengatakan upaya evakuasi akan tetap dilakukan secara manual atas pertimbangan kondisi bangunan yang bisa saja ambruk kembali.

 

***

 

Menurut para ahli dan regulasi terbaru (Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021), IMB telah diganti dengan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan setiap bangunan gedung dengan luas di atas 50 m² wajib memiliki PBG. PBG berfungsi sama dengan IMB, yaitu sebagai produk hukum yang mengesahkan pembangunan sesuai rencana teknis dan tata ruang, memberikan perlindungan hukum, serta mengendalikan tata letak kawasan bangunan.

Mengingat, PBG memberikan pengakuan dan perlindungan hukum terhadap tanah dan bangunan pemilik properti.

Keberadaan PBG sangat penting untuk mengatur dan mengendalikan tata letak bangunan agar sesuai dengan peruntukan lahan dan menciptakan tata ruang kawasan yang teratur.

Jika sebuah bangunan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau  Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pemiliknya akan dikenakan sanksi administratif berupa denda, pembatasan, penghentian pembangunan, bahkan perintah pembongkaran bangunan. Nah! Bangunan tanpa IMB juga akan sulit dalam proses legalitas jual beli atau sertifikasi dan dapat menimbulkan masalah panjang dalam penertiban oleh pemerintah daerah.

Baca juga: Guru Madrasah Demo, Kesejahteraan Guru Belum Rampung

Konsekuensi dari Bangunan Tanpa IMB.

Bisa jadi, pembangunan lantai 3 ponpes ini bisa dihentikan sementara atau bahkan permanen hingga IMB diperoleh.

Konon, dalam kasus pelanggaran yang serius seperti di Sidoarjo, karena bangunan yang tidak memiliki IMB dan melanggar aturan tata ruang dapat diperintahkan untuk dibongkar oleh pemerintah daerah.

 

***

 

Pertanyaan klasiknya, "pemilik pondok itu disegani" . Ini berarti pemilik pondok tersebut dihormati dan dihargai oleh masyarakat, santri, atau murid-muridnya, yang disebabkan oleh pengetahuan agama yang mendalam, kepemimpinan yang kuat, dan karisma pribadi yang dimilikinya, Ini  umumnya terjadi pada seorang Kiai dalam lingkungan pondok pesantren.

Maklum, pemilik pondok, terutama pengasuh atau kiai, dianggap sebagai pemimpin informal (informal leader) karena pengaruh karismatik, kewibawaan, dan peran sentralnya, bukan melalui struktur formal atau jabatan administrasi.

Nah, dalam peran sebagai teladan, pemilik ponpes ini bisa dibidik aparat kepolisian.

Ini pernah terjadi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. Ia mengatakan meskipun menjabat sebagai Bupati Pamekasan tetapi sebagai pribadi ia tetaplah santri, warga NU dan sungkan untuk duduk sejajar dengan para ulama dan Kiai di atas panggung.

Ia bahkan sempat meminta izin kepada ketua PCNU Pamekasan dan ketua PWNU Jawa Timur untuk bisa duduk bersama dengan para warga Nahdliyyin di bawah, bukan di atas panggung.

“Sampai saat ini saya masih santri, sehingga setelah pidato ini, saya beserta Pak Sekda dan para kepala OPD izin duduk di bawah bersama para santri, warga Nahdlatul Ulama,” katanya dalam pidato tersebut.

Usai mengakhiri pidatonya, Mas Tamam sempat duduk kembali di panggung bersama ketua PC NU Pamekasan KH Taufik Hasyim dan ketua PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, setelah beberapa saat, ia berpamitan untuk turun dari panggung dan duduk di bawah bersama ribuan warga NU lainnya. Jangan jangan ini dialami Bupati Sidoarjo Subandi.

Akal sehat saya musibah  ini pembelajaran bagi pemilik bangunan pondok lain untuk tidak mengabaikan IMB atau  PBG. Apalagi seorang kiai adalah panutan masyarakat sekitarnya. (radityakhadaffi@gmail.com)

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru