SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan otomotif asal Jepang, Nissan kembali menampilkan model unggul menggunakan sistem pembangkit listrik tenaga surya (panel surya) onboard yang dipasangkan ke mobil listrik Nissan Sakura pada ajang Japan Mobility Show 2025.
Sistem panel surya ini dirancang untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan listrik dan meningkatkan kenyamanan pemilik kendaraan listrik dengan menyederhanakan proses pengisian daya, Selasa (28/10/2025).
Baca juga: Motor Adventure KLE500 Makin Tangguh, Cocok untuk Touring di Medan Berat
Teknologi tersebut dinamakan 'Ao-Solar Extender', sistem ini dipasang pada mobil listrik terlaris di Jepang, Nissan Sakura. Bahkan, sistem ini mampu menghasilkan listrik tenaga surya yang cukup untuk menempuh hingga 3.000 km jarak berkendara.
Panel surya Ao-Solar Extender yang dipasang di atap dapat mengisi daya kendaraan baik saat berkendara maupun saat diparkir. Panel yang terpasang permanen di atap dapat menangkap energi matahari bahkan ketika mobil sedang bergerak.
Baca juga: Transmisi Otomatis Bermasalah, Toyota Diadang Gugatan Massal di Amerika Serikat
Saat kendaraan berhenti, panel tambahan dapat diperluas keluar dari ruang penyimpanannya, menambah luas permukaan panel surya dan meningkatkan potensi pembangkit daya hingga sekitar 500 Watt.
Meski membawa panel ekstra, desain Ao-Solar Extender tetap dibuat aerodinamis dan menyatu dengan tampilan mungil Nissan Sakura. Dengan pemasangan Ao-Solar Extender, tim pengembang berharap pengguna dapat semakin mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pengisian daya.
Baca juga: Usung 4 Motor, SUV Offroad Listrik Hongqi Tertangkap Kamera Uji Coba di Musim Dingin
Mayoritas pengguna banyak di antaranya melakukan perjalanan jarak pendek untuk kebutuhan sehari-hari seperti berbelanja atau mengantar anak sekolah, yang mengindikasikan bahwa tenaga yang dihasilkan dari panel surya dapat hampir menghilangkan kebutuhan mengisi daya dari jaringan listrik bagi sebagian besar pemilik. jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu