Kereta Api Petani Dihidupkan Lagi, Adopsi China

surabayapagi.com
Salah satu gerbong di Kereta Api Petani-Pedagang yang disiapkan oleh PT KAI Commuter Indonesia, yang diperuntukkan bagi para petani dan Pedagang.

Kereta Ini sudah Dilaporkan Kepada Presiden Prabowo Subianto

 

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Gelar Tes Narkoba Acak

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Indonesia bakal punya kereta khusus untuk petani dan pedagang seperti di China. PT KAI Commuter Indonesia telah menyiapkan gerbong khusus tersebut dan akan segera siap untuk digunakan.

Kereta khusus petani dan pedagang bakal diluncurkan bulan ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero), Bobby Rasyidin.

Kereta petani dan pedagang melayani rute Commuter Line Merak, dari Stasiun Merak ke Stasiun Rangkasbitung atau sebaliknya. Gerbong khusus petani dan pedagang akan disatukan pada rangkaian KRL Merak

"Di bulan ini kita luncurkan," ujar Bobby di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (3/11/2025).

Rencana menghadirkan kereta khusus petani dan pedagang sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Bobby, Prabowo mendukung keberadaan kereta khusus itu karena akan membantu ekonomi kelas bawah.

Seorang pejabat KAI Semarang yang dihubungi Surabaya Pagi, Senin (3/11) menggambarkan kereta khusus untuk petani dan pedagang itu mirip  "kereta api bakul"  kereta api barang atau kereta api kargo yang digunakan untuk mengangkut barang tahun 1960an. Antara lain mengangkut bakul dan petani dari Semarang dan Solo .

Pejabat KAI Semarang ini mencatat sejak dari masa kolonial hingga era modern, kereta api selalu menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Dan ke depan, diharapkan perkeretaapian di Indonesia dapat terus berkembang dan menjadi tulang punggung sistem transportasi nasional.

 

Kereta Kelas Ekonomi Petani

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan Kereta Penumpang Kelas Ekonomi khusus untuk petani dan pedagang akan diimplementasikan pada layanan perjalanan Commuter Line Merak dengan relasi Stasiun Merak-Stasiun Rangkasbitung atau sebaliknya.

Gerbong khusus petani dan pedagang akan disatukan pada rangkaian KRL Merak. Ini menjadi tahap awal realisasi rencana gerbong khusus pedagang hingga petani pada perkeretaapian di Indonesia.

"Layanan kereta petani dan pedagang ini merupakan inovasi transportasi yang dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus terobosan terbaru dari KAI Group," ungkap Karina dalam keterangannya, ditulis Minggu (2/11/2025).

Dengan pemberhentian di seluruh stasiun pada lintas tersebut, diharapkan layanan ini nantinya akan menjadi solusi transportasi yang tepat bagi petani dan pedagang, dalam membentuk rantai pasok yang lebih kuat, serta terbukanya peluang usaha dan aktivitas ekonomi daerah yang semakin berkembang.

Untuk ke arah Jakarta, petani dan pedagang bisa melanjutkan perjalanan dari Rangkasbitung menuju Jakarta dan sekitarnya dengan layanan Commuter Line Jabodetabek relasi Rangkasbitung-Tanah Abang.

 

Pedagang Perlu Transit

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Pererat Sinergi Pengamanan Bersama dengan Stakeholder

Dengan kata lain, pedagang perlu transit dahulu jika ingin melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Dengan relasi KRL Merak, maka transit bisa dilakukan di Stasiun Rangkasbitung untuk melanjutkan perjalanan dengan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Terkait dengan kelanjutan perjalanan ini, KAI Commuter memberlakukan ketentuan khusus yaitu, para petani atau pedagang yang membawa barang bawaan harus sesuai dengan aturan yang berlaku di Commuter Line Jabodetabek.

Namun, barang bawaan seperti dagangan yang bentuknya besar melebihi ketentuan diperbolehkan hanya pada pemberangkatan Commuter Line Jabodetabek yang pertama berangkat dari Stasiun Rangkasbitung menuju kota Jakarta atau sekitarnya.

 

Rancangan Gerbong Ekonomi

Gerbong ekonomi untuk petani dan pedagang dirancang dengan bentuk yang mendukung aktivitas penumpangnya. Salah satunya adalah tempat duduk sejajar dengan dinding kereta di sisi kiri dan kanan sehingga membuat petani dan pedagang bisa menempatkan barang bawaan atau dagangannya secara leluasa. Selain itu, pintu kereta pun didesain lebih lebar untuk memudahkan keluar masuknya barang bawaan.

"Yang pasti sarana ini sudah sesuai dengan standar pelayanan minimum yang berlaku," sebut Karina.

Layanan ini akan tersedia pada 14 perjalanan Commuter Line Merak per hari. Gerbong khusus itu hanya akan melayani para petani dan pedagang di wilayah Banten untuk menjajakan hasil tani dan dagangannya di Serang, Lebak, Pandeglang, dan sekitarnya.

Karina menegaskan perjalanan Commuter Line Merak hanya sampai Stasiun Rangkasbitung saja dengan satu kelas, yakni kelas K3 atau layanan kelas ekonomi yang disubsidi oleh pemerintah.

"Kereta khusus ini memiliki jumlah tempat duduk sebanyak 73 bangku, dan akan beroperasi dengan total sebanyak 14 kali perjalanan dari Stasiun Merak menuju Stasiun Rangkasbitung atau pun sebaliknya," kata Karina.

 

Baca juga: KAI Daop 7 Madiun Tambah Satu Rangkaian KA Brantas Tambahan

Serangkaian Gerbong Angkut barang

Pejabat KAI, sebut kereta itu mirip "kereta api bakul" jaman kuno yaitu kereta api yang terdiri dari lokomotif yang menarik serangkaian gerbong untuk mengangkut barang.

Istilah "bakul" ia gambarkan secara metaforis untuk menggambarkan fungsinya sebagai pengangkut barang.

Pada era ini, lokomotif uap menjadi tulang punggung operasional kereta api, termasuk untuk mengangkut masyarakat (kereta api rakyat).

Lokomotif uap adalah mesin yang menghasilkan tenaga melalui pemuaian uap untuk menggerakkan kereta.

Ia bercerita, kereta api yang digunakan masyarakat luas pada era 80 an atau 90 an sampai awal tahun 2000 an jauh berbeda dengan kereta api zaman sekarang setelah mengalami reformasi. Reformasi perkeretaapian sendiri terjadi pada sekira tahun 2009 ketika Ignasius Jonan jadi Direktur Utama PT KAI (PT Kereta Api Indonesia).

 

Pasca Reformasi Perkeretaapian

Setelah adanya reformasi perkeretaapian, tak ada lagi penumpang kereta api yang berjubel, apalagi sampai naik ke atap kereta api. Gerbong kereta api ber-AC, nyaman, bersih, dan tiket tidak manual lagi. Tiket sudah menggunakan sistem elektronik, sehingga praktek percaloan bisa ditiadakan.

Bagi sebagian anak-anak muda saat itu, kereta api bisa menjadi moda transportasi gratis. Mereka tak perlu membeli tiket. Mereka cukup main kucing-kucingan dengan petugas kereta api. n erc/ec/bin/rmc

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru