SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pembangunan infrastruktur bendung dan saluran irigasi tahun 2025 di Kabupaten Mojokerto rampung lebih cepat. Dampak pembangunan infrastruktur ini diklaim dapat mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 483 hektare, mendukung swasembada pangan di daerah.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Anik Mutammima Kurniawati menjelaskan, Pemkab Mojokerto melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR telah melaksanakan pembangunan infrastruktur bendung dan saluran irigasi dalam kurun waktu selama tahun 2025.
Baca juga: Minimalisir Banjir, Pemkab Mojokerto Tuntaskan Normalisasi 3 Waduk
"Ada delapan pembangunan infrastruktur di bidang Sumber Daya Air yang semuanya sudah tuntas, dengan Output dapat mengairi lahan pertanian sekitar 483 hektare," kata Anik, Rabu (17/12/2025).
Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur melalui bidang SDA selama satu tahun ini adalah komitmen Pemkab Mojokerto dalam meningkatkan indeks pertanaman sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional serta pertumbuhan ekonomi disektor pangan.
Pemkab Mojokerto membangun atau merehabilitasi 5 lokasi bendung atau dam, dan saluran irigasi sepanjang 968,5 meter di tujuh lokasi serta pemeliharaan pada 748,05 meter dan memasang sebanyak 11 titik pintu air.
"Selain itu, juga telah dilaksanakan normalisasi saluran irigasi dan sungai untuk antisipasi banjir di lebih 35 Desa dengan total sepanjang 24,3 KM, sehingga dapat memanimalisir dampak terutama di lahan pertanian," pungkas Anik.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman menambahkan, adapun pembangunan infrastruktur bendung dan saluran irigasi yang sudah rampung, meliputi rehabilitasi pintu air bendung Patung di Kecamatan Pungging.
Kemudian, rehabilitasi pintu air Bendung Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, rehabilitasi Bendung Karangsari di Kecamatan Pacet, peningkatan Bendung D.I Sampang, Kecamatan Kutorejo dan rehabilitasi jaringan irigasi Jembul, Kecamatan Jatirejo.
"Rehabilitasi jaringan Irigasi Pehngaron Kecamatan Jatirejo, Peningkatan jaringan Irigasi Karangasem II, Kecamatan Kutorejo dan peningkatan jaringan irigasi Mojosongo Atas, Kecamatan Mojosari," ujar Rois.
Baca juga: 4.568 Guru TPQ Kabupaten Mojokerto Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
Untuk diketahui, pemerataan pembangunan infrastruktur di semua sektor ini merupakan bagian dari visi misi Bupati Mojokerto periode 2025-2030 yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan pelestarian lingkungan.
Dalam kurun waktu selama tahun 2025, Pemkab Mojokerto melaksanakan pembangunan infrastruktur jalan, drainase, Sumber Daya Air hingga pelayanan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dan lainnya.
Khusus perizinan PBG SLF yang sudah terbit selama tahun 2025, yaitu sebanyak 223 perizinan dengan total PAD (Pendapatan Asli Daerah) sebesar Rp 8.265.364.989.
Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau Gus Barra mengatakan, kinerja jajarannya dinilai inovatif dalam mendukung pembangunan infrastruktur daerah.
Baca juga: Kabupaten Mojokerto Mulai Perluas Sasaran Makan Bergizi Gratis
"Kinerja Dinas PUPR tidak hanya fokus membangun infrastruktur, tetapi juga mengedukasi masyarakat menjaga hasil pembangunan. Menjadi penggerak kemajuan Kabupaten Mojokerto semakin tertata, maju dan berkembang pesat," kata Bupati Gus Barra.
Pembangunan Infrastruktur 2025 di Kabupaten Mojokerto bertajuk 'Bergerak Satu Tahun Berdampak' di meliputi infrastruktur jalan kabupaten pada akhir tahun 2024, dengan kondisi mantab (Kondisi baik dan Sedang) sepanjang 970.207 KM atau 83,18 persen.
Pembangunan infrastruktur tahun 2025 kondisi jalan kondisi mantab semakin bertambah, berupa rekontruksi, pemeliharaan berkala dan pelebaran jalan menuju standar dengan jenis konstruksi aspal sepanjang 17,429 KM di 10 lokasi serta konstruksi Beton sepanjang 17, 327 KM di 19 lokasi.
Kemudian, pembangunan dan rekontruksi jembatan di 6 Lokasi, dengan lebar 6-8 meter dan panjang total 155 meter. Infrastruktur drainase di tahun 2025 pada 14 lokasi Pembangunan saluran drainase yang tersebar, dengan total panjang saluran terbangun 9,118 KM, dan upaya pemeliharaan berupa perbaikan ringan dan normalisasi/pembersihan. dwi
Editor : Desy Ayu