SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Keberhasilan BUMDes Bangkit Berdaya di Desa Plosowahyu yang telah mengelola berbagai unit usaha,
mendapat apresiasi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, melakukan kunjungan kerja ke Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, pada Senin (22/12/2025).
Baca juga: Sepanjang Tahun 2025, KPAI Sebut Perundungan di Sekolah Tembus 37,5 Persen
Keberhasilan dalam pengelolaan kata Yandri panggilan akrab Mendes PDT Ini, ini harus menjadi inspirasi desa yang lain. Karena peternakan dan penyewaan ruko teryata bisa memberdayakan ekonomi di desa setempat, karena BUMDes Bangkit Berdaya Plosowahyu di kelola dengan baik
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa kehadiran Kopdes bukan untuk menyaingi BUMDes, melainkan untuk melengkapi lini usaha yang belum tergarap.
Karena itu, Mendes menekankan pentingnya kolaborasi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa (Kopdes) sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan. "Jangan ada benturan kepentingan antara kedua lembaga desa tersebut. Tinggal pembagian sektor usaha yang jelas akan mempercepat kesejahteraan masyarakat desa," harapnya.
Disebutkannya, antara Kopdes dan BUMDes tidak perlu dibenturkan. Justru harus sinergikan dan dipadukan saling membesarkan. "Yang sudah dilakukan BUMDes terus saja, tidak perlu diambil alih oleh Kopdes," ujar Yandri Susanto.
Ia mencontohkan, jika BUMDes sudah fokus pada peternakan lele dan pasar desa, maka Kopdes bisa mengambil peran sebagai penyedia kebutuhan pokok seperti pupuk, LPG, hingga sembako.
Baca juga: Dua Kali Berkirim Surat ke Pol PP Tak Ditanggapi, LBH Pilar Kasih Keadilan Siapkan Gugatan
Dalam kesempatan yang sama, Yandri memaparkan rencana pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Hub Gudang Besar di tingkat kabupaten. Gudang ini nantinya akan menyuplai kebutuhan Kopdes di seluruh desa.
Menariknya, Yandri juga menyinggung keterlibatan TNI dalam mendukung ketahanan pangan melalui Kopdes. Ia menyebut program ini sebagai bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
"Sesuai MoU antara Kemendes, Kementerian Pertanian, dan TNI, membangun Kopdes ini adalah Operasi Militer di Luar Perang. Jadi ini serius, negara hadir maka tidak boleh ada yang menghalangi atau menghambat," tegasnya.
Baca juga: Gen Z Warnai Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Lamongan
Mendes juga menyoroti potensi besar peternakan lele di Plosowahyu untuk menyokong program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan hasil panen mencapai 15.000 ekor, unit usaha desa diharapkan mampu menjadi pemasok utama bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lamongan.
Yandri berpesan agar Desa Plosowahyu terus bersolek, termasuk memperbaiki estetika desa dengan pembangunan taman di sepanjang jalur wisata desa, guna menarik minat pengunjung dan meningkatkan pendapatan desa.
Sementara itu, Kades Plosowahyu, Agus Susanto mengaku cukup surprise dengan kehadiran Menteri PDT Yandri Susanto, yang melihat langsung progres pembangunan Kopdes dan eksistensi BUMDes Bangkit Berdaya.
"Tentu kami sebagai Kepala Desa menyampaikan terima kasih kepada Pak Menteri yang sudah datang bersama pak Wamen di desa kami. Kami di desa selalu siap menjalankan program dari pusat seperti Kopdes ini demi kemajuan ekonomi di desa," ujarnya.jir
Editor : Desy Ayu