SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Jembatan yang menjadi jalur utama aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga sosial masyarakat yang menghubungkan Dusun Beji dan Dusun Banjar Utara putus, sehingga mengakibatkan akses warga di tiga dusun Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo lumpuh total.
Putusnya jembatan membuat mobilitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan risiko lebih tinggi. Bahkan, anak-anak sekolah yang terpaksa mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh lebih jauh dan risiko lebih tinggi. Padahal jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas sehari-hari.
Baca juga: Terendam Banjir, Ruas Jalan Nasional Trenggalek-Pacitan Ditutup Total
"Jembatan ini sering dilewati setiap hari, pagi dan sore. Anak-anak sekolah, ngaji, orang bekerja ke sawah. Saya sendiri bisa lewat jembatan ini dua sampai tiga kali sehari," ujar Tasri (54), warga Desa Banjarsari, Senin (19/01/2026).
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan. Menurutnya, jika dibiarkan terlalu lama, kondisi tersebut akan sangat menyulitkan warga, terutama anak-anak sekolah. "Kalau lama diperbaiki, kasihan anak-anak yang mau sekolah. Jembatan ini benar-benar penghubung utama," tambahnya.
Baca juga: Ambrol Diterjang Banjir, Warga Bangun Jembatan Darurat Ponorogo–Trenggalek
Sementara itu, Korwil Sumberasih Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Probolinggo, Maini Yudiningsih, menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah yang terdampak banjir, khususnya di Kecamatan Sumberasih.
"Terkait jembatan yang ambrol diterjang banjir pada Minggu malam, Alhamdulillah kemarin sudah ditinjau langsung oleh Bapak Bupati bersama OPD Pemkab Probolinggo dan ditanggapi dengan cepat. Insya Allah hari ini akan ada diskusi lanjutan terkait tindak lanjutnya," jelasnya.
Baca juga: Multazam Ingatkan Gubernur Jatim: Normalisasi Sungai dan Jalan Rusak Harus Jadi Prioritas
Ia berharap jembatan yang dibangun menggunakan Dana Desa tahun 2018 itu menelan anggaran sebesar Rp 277.532.000, dengan panjang sekitar 20 meter dan lebar 4 meter dapat segera perbaikan jembatan dapat segera dilakukan agar aktivitas belajar mengajar kembali normal dengan kondisi jembatan yang lebih kokoh dan aman. pr-01/dsy
Editor : Redaksi