Diterjang Angin Puting Beliung Disertai Hujan Deras, Puluhan Rumah di Situbondo Rusak Parah

surabayapagi.com
Penampakan dampak angin puting beliung di Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo. SP/ STB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebanyak puluhan rumah di Kabupaten Situbondo dilaporkan rusak parah sehingga turut memicu akses jalan raya utama sempat mengalami kemacetan parah akibat pohon tumbang yang diterjang angin puting beliung bersamaan dengan hujan cukup deras, yang terjadi kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB.

Selain itu, angin puting beliung juga memporak-porandakan atap los/lapak di Pasar Besuki serta sejumlah pohon tumbang di jalan raya pantura Kecamatan Besuki. Sedikitnya 36 rumah warga di Desa Besuki dan Demung, Kecamatan Besuki. 

Baca juga: Diterjang Luapan Sungai, Tiga Jembatan Antar Desa di Ponorogo Ambrol

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo merinci dari puluhan rumah warga terdampak angin puting beliung tersebut, 11 rumah di antaranya mengalami kerusakan yang cukup parah atau rusak berat, dua rumah rusak sedang, dan 23 rumah rusak ringan.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras: Sungai Moropelang Meluap, Rendam Puluhan Rumah dan Ruas Jalan

"Setelah kami melakukan asesmen rumah warga terdampak angin puting beliung, untuk di Desa Demung sebanyak 21 rumah dan di Desa Besuki 15 rumah," kata Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Situbondo Puriyono, Rabu (21/01/2026).

Petugas Tim reaksi cepat BPBD Situbondo, juga masih terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang diperlukan. Pihaknya juga menghimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur, termasuk Situbondo yang memicu bencana hidrometeorologi. Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada laporan korban mengalami luka.

Baca juga: Jalur Nasional Trenggalek-Ponorogo Kembali Normal Pasca Diterjang Bambu Longsor

"Sementara kerugian yang ditimbulkan masih dalam pendataan. Namun ditaksir kerugian mencapai puluhan hingga ratusan juta  rupiah. Sesuai rilis BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, pada periode 21-30 Januari 2026 waspada cuaca ekstrem," katanya. st-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru