SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya menilai pernyataan Jokowi di Rakernas PSI seperti orang yang khawatir.
Justru saya melihat teriakan Jokowi dalam pidatonya, yang akan mati-matian bekerja untuk PSI adalah teriakan orang yang sedang terancam, cemas, dan penuh kekhawatiran.
Baca juga: Jokowi Seperti Mulai Sindir Megawati
Menurut analisis saya, Jokowi tampak khawatir jika Gibran Rakabuming Raka tidak dijadikan lagi sebagai pendamping Presiden Prabowo Subianto. Ini saya serap ada dalam ungkapan harapan Jokowi.
Dan kalau dari aspek politiknya, saya meyakini Jokowi khawatir anak sulungnya tidak lagi dijadikan pendamping Presiden Prabowo. Tercatat sudah dua kali Jokowi menegaskan Prabowo Gibran dua periode, ungkapan itu adalah ungkapan harapan.
Jadi saya menilai PSI merupakan opsi jika Gibran tak diusung lagi. PSI akan dipakai sebagai kendaraan capres.
Makanya melalui PSI dan membesarkan PSI, Jokowi gelagatnya ingin mengatakan bahwa biarpun Gibran tidak diusung lagi mendampingi Prabowo, dia tetap punya kendaraan politik maju sendiri sebagai capres melalui PSI.
Baca juga: Pengamat Politik: Masih Saktikah Jokowi
Saya melihat gelagat Jokowi sebagai gertakan politik. Sebab, saya melihat Jokowi terlihat merasa terancam.
Gelagat Jokowi di sini sedang memberikan peringatan, sekaligus gertakan politik kepada siapa pun. Karena orang yang merasa cemas, terancam biasanya akan melakukan gertakan kepada lawan politiknya.
Begitupun panggung PSI kemarin, menjadi ajang saut-sautan kelakar, antara anak dan bapak. n rmc
Baca juga: PSI Sedang Mencari Tokoh, Tertarik ...
*) Disampaikan pada Minggu (1/2/2026)
Editor : Moch Ilham