SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Raksasa baterai asal Tiongkok CATL mengklaim baterai 5C terbarunya mampu mempertahankan 80 persen kapasitas setelah 3.000 siklus atau setara 1,8 juta km, sekaligus menawarkan pengisian ultra cepat sekitar 12 menit, serta tahan hingga 80 persen kapasitasnya setelah 3.000 siklus atau 1,8 juta km. Adapun siklus hidupnya enam kali lipat dari rata-rata industri saat ini.
Hal itu terlihat dalam video resminya yang memperkenalkan Baterai 5C pada 29 Januari lalu menegaskan posisi dari teknologi tersebut sebagai terobosan daya tahan pengisian daya ultra fast-charging. Baterai tersebut bahkan melampaui sel lithuim-ion komersial yang tersedia saat ini, Jumat (06/02/2026).
Baca juga: Tembus Belasan Ribu SPK, Jaecoo Minta Maaf Imbas Inden Panjang J5 EV
Terbukti dalam kondisi panas ekstrem hingga 60 derajat celcius atau setara dengan suhu musim panas di Dubai, baterai tersebut dapat mempertahankan 80 persen kapasitasnya setelah 1.400 siklus atau setara dengan 840.000 km. Baterai 5C dapat menyelesaikan pengisian penuh dalam waktu sekitar 12 menit, menempatkannya dalam kategori pengisian daya ultra cepat.
Baca juga: Resmi Meluncur, Morbidelli T502X dan Benda LFC 700 Pro Umumkan Harga Spesial
Adapun peningkatan masa pakai siklus dengan tiga inovasi teknologi utama yang dikaitkan oleh CATL. Meliputi lapisan katoda, aditif perbaikan, dan lapisan responsif. Pertama, lapisan katoda yang lebih padat dan seragam mengurangi degradasi struktural dan membatasi kehilangan ion logam selama pengisian dan pengosongan daya tinggi.
Kedua, aditif perbaikan eksklusif dalam elektrolit mengidentifikasi dan menutup retakan mikro sekaligus mengurangi kehilangan litium yang tidak dapat dipulihkan. Dan ketiga, lapisan responsif suhu pada permukaan pemisah memperlambat migrasi ion ketika suhu lokal meningkat, memberikan perlindungan yang mengatur sendiri dan mengurangi risiko pelarian termal.
Baca juga: Yamaha Luncurkan Skuter Listrik ‘EC-06’ yang Mampu Tempuh 169 Km
Baterai 5C yang baru dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat akan pengisian daya cepat dan biaya siklus hidup total yang lebih rendah, khususnya untuk aplikasi frekuensi tinggi seperti truk berat listrik, taksi, dan kendaraan layanan transportasi daring. Namun, hingga Februari 2026, CATL belum mengumumkan jadwal produksi massal. jk-03/dsy
Editor : Redaksi