SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Terdampak bencana tanah longsor akibat curah hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan terjadinya longsor di dua desa Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, hingga mengakibatkan dua rumah warga rusak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo membenarkan laporan tersebut, dimana tanah longsor pertama kali terjadi di lereng Gunung Argopuro, tepatnya Dusun Krajan, Desa Baderan, Kecamatan Sumbermalang, sekitar pukul 14.45 WIB.
Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven
"Akibat hujan terus menerus dan tanah gembur, menyebabkan tembok penahan tanah longsor menimpa dinding rumah Pak Nidin, warga Desa Baderan," jelas Koordinator Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Situbondo Puriyono, Selasa (10/02/2026).
Puriyono menceritakan, saat kejadian penghuni rumah sedang berada di ruang tamu, dan setelah mendengar gemuruh tanah longsor di samping rumahnya, mereka langsung berlari keluar rumah dan melihat rumah mereka di bagian samping dipenuhi material longsor.
Baca juga: Warga Probolinggo Pilih Ngungsi, 4 Desa di Lereng Bromo Terendam Banjir
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak ditemukan adanya laporan korban jiwa maupun luka lantaran saat kejadian tersebut pemilik rumah lari ke luar rumah menyelamatkan diri sesaat setelah mendengar suara gemuruh tanah longsor
Namun, rumah milik Pak Nidin mengalami kerusakan cukup parah. Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Dusun Pagar Gunung, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, juga mengakibatkan rumah milik Pak Syaiful (78), warga setempat, mengalami kerusakan.
Baca juga: Petani Lesu, Harga Daun Bawang di Magetan Terjun Bebas Dipicu Panen Raya Massal
Tak lupa, pihak BPBD Situbondo juga terus mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang, terutama hujan deras dan angin kencang, yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor. st-01/dsy
Editor : Redaksi