Omzet Pengepul Rajungan di Probolinggo Melonjak 100 Persen Jelang Imlek

surabayapagi.com
Para pengepul daging rajungan di Probolinggo saat sedang menyiapkan pesanan. SP/ PRB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Para pengepul daging rajungan di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, baru saja ketiban rezeki menjelang perayaan Tahun Baru Imlek. Pasalnya, untuk permintaan daging rajungan melonjak tajam, tidak hanya dari pasar domestik, tetapi juga dari mancanegara. 

Rajungan yang menjadi salah satu makanan khas masyarakat Tionghoa ini memang banyak diburu menjelang Imlek. Tak heran jika puluhan pengepul rajungan di wilayah Tongas kebanjiran pesanan, terutama untuk memenuhi kebutuhan pasar Cina dan Amerika Serikat. Bahkan, dalam sebulan terakhir, permintaan pasar ekspor disebut meningkat hingga 100 persen.

Baca juga: Proses Jemur Brem di Madiun Terhambat, Produksi Banyak Andalkan Oven

Salah satu pengepul daging rajungan, milik Misri, warga Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, mengaku lonjakan pesanan mulai dirasakan sejak sebulan terakhir. Dan dari banyaknya permintaan tersebut berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. 

Lanjutnya, bahkan pesanan dari dalam negeri maupun luar negeri naik drastis hingga dua kali lipat dibanding hari biasa. Sehingga, bagi para pekerja, momen jelang Imlek ini menjadi kesempatan menambah penghasilan. Dalam sebulan, mereka bisa mengantongi pendapatan antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, tergantung jumlah pesanan.

Baca juga: Tingkatkan Perekonomian Pelaku UMKM, Pemkab Sampang Fasilitasi Program SHAT

"Untuk penghasilan cukup, Alhamdulillah. Jelang Imlek banyak pekerjaan sampai harus lembur," ujar Zumrotul Aprilia, salah satu pengupas rajungan, Rabu (11/02/2026).

Setiap harinya, produksi daging rajungan bisa mencapai 4 hingga 5 kuintal. Khusus untuk kualitas ekspor, harga per kilogramnya mencapai Rp 400 ribu. Dan selain permintaan yang meningkat, harga rajungan juga mengalami kenaikan sekitar 20 persen menjelang Imlek. Namun, faktor cuaca seperti musim angin masih menjadi kendala.

Baca juga: Pemkab Pamekasan Fasilitasi Program pinjaman Modal Usaha Bunga Rendah ke Pelaku UMKM

Diketahui, untuk rajungan tersebut diperoleh tidak hanya dari wilayah Tongas, tetapi juga dari Lekok Pasuruan, Pulau Gili, hingga Banyuwangi. Meski pasokan terbatas akibat cuaca, permintaan tetap tinggi karena rajungan dan udang menjadi menu khas saat perayaan Imlek. Dengan tingginya permintaan dan harga jual yang meningkat, omzet para pengepul pun meroket. Dalam sehari, omzet yang diraih bisa mencapai Rp 100 juta hingga Rp 500 juta. pr-02/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru