Indonesia Darurat Sampah, Pemkot Mojokerto Genjot Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Reporter : Dwi Agus Susanti
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Jagalan dan Purwotengah, Senin (16/3). SP/ DWI

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggencarkan gerakan pemilahan sampah dari rumah tangga guna menekan timbunan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat sosialisasi Budaya RT Berseri di Kelurahan Jagalan dan Purwotengah, Senin (16/3). Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita ini mengatakan saat Rakornas lalu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia sedang dalam kondisi darurat sampah.

Baca juga: Wali Kota Mojokerto Gelar Open House 1 Syawal, Ajak Warga Bersilaturahmi di Rumah Rakyat

Ning Ita mengatakan persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam pengelolaan sampah.

“Sebagian besar sampah yang mencemari sungai dan laut bukan berasal dari industri, tetapi dari sampah rumah tangga. Karena itu pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah dengan memilahnya sejak awal,” tuturnya.

Pemilahan sampah juga menjadi salah satu indikator penting dalam program Budaya RT Berseri yang digagas Pemkot Mojokerto untuk memperkuat budaya hidup bersih dan sehat di tingkat permukiman.

Baca juga: Musrenbang 2027: Wali Kota Mojokerto Prioritaskan Layanan Dasar di Tengah Tantangan Fiskal

Ia menjelaskan, masyarakat didorong untuk memilah sampah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu. Langkah tersebut dinilai dapat mengurangi volume sampah sekaligus mempermudah pengelolaan di tingkat lingkungan.

“Minimal ada tiga jenis pemilahan sampah yang harus dilakukan masyarakat, yaitu sampah organik, anorganik, dan residu,” jelasnya.

Selain itu, keberadaan bank sampah di lingkungan masyarakat diharapkan dapat lebih optimal jika didukung kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah. “Bank sampah tidak dinilai hanya dari papan nama atau timbangan, tetapi dari aktivitas pemilahan sampah sejak dari rumah tangga,” tegasnya. 

Baca juga: Ning Ita Minta Prameswari, PSC dan PMI Tetap Maksimal Layani Warga Meski Puasa

Melalui sosialisasi tersebut, Pemkot Mojokerto berharap masyarakat semakin aktif menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat budaya gotong royong di tingkat RT. dwi

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru