DPRD Kota Kediri Kawal Anggaran Pendidikan, Dorong Perbaikan Sarpras Sekolah

Reporter : Redaksi

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - DPRD Kota Kediri terus mengawal anggaran pendidikan agar tercapainya pembelajaran yang maksimal.

Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus mengatakan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mewujudkan pendidikan bermutu. 

Baca juga: Dewan Kota Kediri Bahas Perda Dana Banpol

Dia menilai pendidikan tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah atau pemerintah semata. Seluruh elemen harus terlibat. Mulai dari eksekutif, legislatif, sekolah, keluarga hingga sektor swasta.

“Semua lini harus bergerak bersama. Artinya kurikulum sudah dibuat, tapi kalau semua lini tidak mengakomodasi, maka pendidikan bermutu tidak akan tercipta,” ujar Bu Edo, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, kolaborasi tersebut penting karena generasi saat ini dipersiapkan untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Karena itu, kualitas pendidikan harus benar-benar menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Kami selalu melihat apakah anggaran 20 persen untuk pendidikan ini benar-benar terrealisasi untuk menjadikan pendidikan di Kota Kediri semakin maju,” tandasnya sembari menyebut, untuk mewujudkan itu, dibutuhkan anggaran yang dikelola dengan optimal. 

Politisi dari Partai Amanat Nasional itu menambahkan, optimalisasi anggaran tidak hanya difokuskan pada program pembelajaran. Melainkan juga pembenahan sarana dan prasarana (sarpras) sekolah.

Baca juga: Mbak Wali Sampaikan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di Rapat Paripurna DPRD

Perbaikan sarpras pendidikan itu harus terwujud, apalagi dengan penambahan alokasi anggaran hingga Rp 5 miliar.

“Kami memberikan maksimal tambahan nominal Rp 5 miliar itu karena saya sangat miris melihat sekolah-sekolah SD itu kamar mandi, cat-cat temboknya, itu sudah tidak layak sekali,” ungkap Ido. 

Sehingga, penambahan anggaran tersebut difokuskan untuk pembenahan kamar mandi sekolah hingga pengecatan bangunan yang dinilai sudah tidak layak.

“Karena sekolah yang bersih dan nyaman akan membuat anak-anak juga nyaman mengikuti pembelajaran,” sambungnya. 

Baca juga: DPRD Kota Kediri Bersama Satpol Lakukan Pengawasan Rumah Kos Selama Ramadhan

Selain infrastruktur, Bu Edo juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan mental bagi siswa. Hal itu menyusul kasus pelajar SMP yang meninggal dunia di wilayah Kelurahan Burengan beberapa waktu lalu.

Peristiwa tersebut diakuinya tetap menjadi alarm serius bagi dunia pendidikan. “Ini menjadi catatan yang sangat miris terhadap pola pikir anak-anak sekarang yang kadang pendek dalam menyikapi persoalan,” katanya.

Karena itu, dia mendorong penguatan peran guru bimbingan konseling (BK) di sekolah. Menurutnya, guru BK perlu dibekali kemampuan lebih untuk mendeteksi persoalan psikologis siswa sejak dini. Can

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru