Akhir Long Weekend, Wisata Jolotundo Nganjuk Diserbu Ribuan Pengunjung

surabayapagi.com
Wisatawan memadati wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Nganjuk. SP/ NGJ

SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Spot destinasi wisata alam Jolotundo Glamping & Edu Park, di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk banyak diserbu pengunjung saat libur panjang (long weekend). Bahkan, di hari terakhir long weekend dipadati sebanyak ribuan wisatawan di area wisata ikonik tersebut.

Antrean kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat mengular sejak pintu masuk. Wisatawan tidak hanya berasal dari Nganjuk, namun juga dari Surabaya, Kediri, Madiun, Jombang, bahkan luar provinsi. Sehingga, area parkir penuh, sementara arus wisatawan terus berdatangan sejak pagi hari dan merata di hampir seluruh titik. Mulai area tenda glamping, sungai berbatu, hingga area food court dan kafe dipenuhi pengunjung.

Baca juga: Segoro Topeng Kaliwungu Jadi Penguat Sektor Ekonomi Berbasis Wisata

Selain itu, untuk spot favorit yang sering didatangi pengunjung adalah sungai berbatu yang digunakan wisatawan untuk bermain air. Ditambah dengan cuaca cerah membuat banyak keluarga memanfaatkan lokasi tersebut untuk bersantai. Anak-anak hingga orang dewasa tampak turun ke aliran sungai dangkal sambil menikmati suasana sejuk khas pegunungan.

Baca juga: Bukit Tunggangan, Surganya Spot Sunset dan Paralayang di Trenggalek

Tak hanya itu, sejumlah titik foto juga dipadati pengunjung. Jembatan, taman, hingga area tenda glamping menjadi spot favorit. Beberapa wisatawan tampak mencoba wahana lain seperti ATV, berkuda, kandang rusa hingga kegiatan outbound di kawasan hutan pinus.

Lebih lanjut, menurut owner Jolotundo Glamping & Edu Park, Ridhan Nandari mengatakan, lonjakan pengunjung selalu terjadi setiap momen libur panjang, seperti long weekend ini. Menurutnya, konsep tanpa tiket masuk menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan. Dan untuk biaya hanya dikenakan untuk pembelian makanan dan minuman di kafe atau penggunaan wahana tertentu, seperti sewa tenda glamping untuk bermalam.

Baca juga: Bukit Tunggangan, Surganya Spot Sunset dan Paralayang Favorit di Trenggalek

"Pengunjung hanya membayar parkir. Sepeda motor Rp 5 ribu, mobil Rp 10 ribu, sedangkan Elf dan bus Rp 15 ribu. Setelah itu bebas menikmati area sampai malam. Area tenda glamping kini diperluas lagi, dengan beberapa tipe seperti pinus & river glamping dan korean glamping," ujarnya, Senin (18/05/2026). ng-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru