SURABAYAPAGI .COM: Kesehatan Jokowi dikabarkan sudah pulih 99 persen, dan ia bersiap melakukan safari politik keliling Indonesia bersama sejumlah relawan seperti Projo. Pengamat politik menilai manuver ini memiliki dampak besar, karena blusukan tersebut berfungsi sebagai ajang untuk menjaga elektabilitas dan pengaruh ketokohannya di tingkat akar rumput
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendampingi Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat safari keliling Indonesia. Nantinya, akan disampaikan bahwa Jokowi sudah bukan lagi kader PDIP melainkan bagian dari PSI.
"Selain program pemenangan bersama PSI, juga terkait dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di PDIP tapi sudah di PSI gitu lho," kata Ketua DPP PSI Bestari Barus saat dihubungi, Selasa (19/5/2026).
"Ya kalau Pak Jokowi turun apalagi kalau nggak dengan PSI. Mau program apa, kan Pak Jokowi sudah selesai urusan calon mencalonkan," lanjutnya.
Bestari menuturkan safari keliling Indonesia ini merupakan agenda PSI yang diikuti Jokowi. PSI kini tengah menyiapkan roadmap keliling Indonesia.
"(PSI) Bersama dengan Pak Jokowi, Pak Jokowi itu bagian dari PSI. Sedang kita siapkan roadmap-nya," ujarnya.
Dia menyampaikan posisi Jokowi di PSI akan diumumkan Ketua Umum (Ketum) PSI Kaesang Pangarep saat keliling Indonesia. Dia menyebut Jokowi akan membantu PSI agar sukses di pemilu.
"Iya nanti diumumkan segera oleh Mas Kaesang (saat keliling) sebagai Ketua Umum. Kan orang pasti nanya 'nanti sebagai apa?'. Masa jalan sendiri Pak Jokowi? Kan mau jadi presiden lagi kan nggak bisa. Jadi tinggal berjalan untuk sukses PSI," imbuhnya.
Saat ditanya apakah relawan Projo ikut dalam safari keliling Indonesia. Dia mengaku tidak mengetahuinya, sebab rencana Jokowi keliling Indonesia bersama PSI. "Nggak tahu saya (apakah Projo akan ikut). Kalau ada program sama Projo ya terserah aja, kalau ini kan sama PSI. (Keliling Indonesia kapan) belum, nanti dulu, nanti ada saatnya diumumkan tanggal berapa bulan berapanya. Masih konsentrasi untuk suskses ferifikasi faktual KPU. (Bulan Juni ke NTT) nggak tahu kita itu," imbuhnya.
Gerakan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo pasca lengser diwarnai dengan manuver yang semakin aktif dan strategis. Meski sempat menyatakan ingin kembali menjadi rakyat biasa di Solo, ia kini diproyeksikan sebagai figur sentral menjelang Pemilu 2029 dan menjadi magnet bagi kekuatan politik tertentu.
Baca juga: Jokowi Keliling Indonesia, Jaga Citra Hadapi Pemilu 2029
Baca juga: Jokowi akan Keliling Indonesia
Pembina politik PSI
Baca juga: Jokowi Bereaksi Ada Gugatan Larang Keluarga Presiden Maju Capres dan Cawapres
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) secara terbuka telah menetapkan Jokowi sebagai patron atau pembina politik mereka. Kehadiran dan dukungan langsung Jokowi, termasuk instruksinya dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI awal tahun, menegaskan besarnya kepentingan dan "saham" pengaruhnya di partai tersebut untuk menghadapi pemilu legislatif dan pilkada mendatang.
Di tengah kuatnya manuver politik tersebut, Jokowi juga menghadapi tantangan dan penolakan dari berbagai pihak yang merasa perlu adanya evaluasi tata kelola pemerintahannya. Beberapa elemen masyarakat sipil seperti YLBHI tetap menyoroti dugaan praktik korupsi dan pelanggaran hukum terorganisir selama era kepemimpinannya, menjadikannya sasaran kritik berbagai kelompok oposisi dan penggiat hukum. n jk, erc, rmc
Editor : Redaksi