SURABAYAPAGI.com – Ada teman bilang bagaimana bisa mencintai seseorang yang sekarang menjadi musuhnya. Kitab Suci menawarkan jawaban yang jelas: melalui doa. Yesus mengajarkan, “Kasihilah musuhmu dan doakanlah orang-orang yang menganiaya kamu” (Matius 5:44).
Di dunia kita yang penuh kebencian ini, kata-kata ini sangat menantang sekaligus bertentangan dengan budaya. Tetapi kita membutuhkannya. Pikirkan tentang orang-orang yang memusuhi Anda.
Bisa jadi atasan atau rekan kerja, guru atau anggota keluarga dekat. Musuh kita melampaui hubungan pribadi kita dan termasuk teroris, pemimpin politik jahat, dan aktivis progresif yang membenci orang Kristen. Sebagai umat Tuhan, kita harus berdoa untuk mereka.
Ada anjuran, kita berdoa untuk musuh kita karena hati Allah penuh belas kasihan dan karena, di dalam Kristus kita telah didamaikan dengan Dia (Roma 5:10).
Janganlah kita lupa bahwa dahulu kita adalah musuh Allah, terpisah dari Kristus dan tanpa harapan (Efesus 2:12-13). Kita seharusnya menginginkan belas kasihan yang sama untuk orang lain, bahkan musuh kita.
Perintah untuk mengasihi musuh kita menyiratkan kebenaran mulia bahwa Tuhan dapat menggunakan doa kita untuk mereka guna mencapai tujuan-Nya bahkan jika musuh kita menimbulkan masalah bagi kita. Jadi, bagaimana kita berdoa untuk musuh kita?
Ada empat cara.1. Berdoalah untuk keselamatan mereka.
Allah tidak hanya menginginkan agar semua orang diselamatkan , tetapi Ia juga memiliki kuasa untuk menyelamatkan (1 Timotius 2:1-4; Roma 1:16).
Biarlah hal itu memberi Anda keyakinan untuk berdoa bagi orang-orang yang Anda anggap mustahil untuk dijangkau. Yesus memberikan teladan dalam berdoa untuk musuh-musuh kita.
Saat Ia sekarat di kayu salib, Ia berdoa untuk para algojo-Nya : “Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan” (Lukas 23:34). Apakah Allah menjawab doa ini? Alkitab bersaksi bahwa Ia menjawabnya. Setelah kematian Yesus, seorang prajurit Romawi yang menyaksikan saat-saat terakhir Yesus berseru, “Sesungguhnya orang ini adalah Anak Allah!” (Markus 15:39).
Ketika kamu memikirkan musuhmu, ingatlah bahwa Tuhan dapat menyelamatkan bahkan yang terburuk sekalipun. Sama seperti Tuhan mengubah rasul Paulus dari seorang penganiaya yang kejam menjadi seorang misionaris yang hebat,[1] Tuhan menyelamatkan jurnalis ateis , bintang hip hop, profesor lesbian , dan cendekiawan Muslim. Musuhmu hari ini bisa menjadi sahabatmu di dalam Kristus besok. Berdoalah sesuai dengan itu.
Berdasarkan Alkitab, cara menghadapi orang jahat melalui doa bukanlah dengan membalas atau meminta kehancuran mereka, melainkan memohon perlindungan kepada Tuhan, menyerahkan keadilan kepada-Nya, serta mendoakan kebaikan atau pertobatan mereka.
Prinsip Doa Menghadapi Orang Jahat dalam Alkitab Mendoakan dan Mengasihi Musuh: Yesus mengajarkan, “Kasihilah musuhmu dan berdoalah untuk orang-orang yang menganiaya kamu” (Matius 5:44). Kita diminta mendoakan agar mereka berbalik dan mendapat kemurahan Tuhan.
Memohon Perlindungan dan Keadilan Tuhan: Seperti teladan Daud dalam Mazmur 35:1, kita dapat menyerukan agar Tuhan sendiri yang membela, melindungi, dan menggagalkan rancangan jahat tanpa kita harus mendendam.
Tidak Membalas Kejahatan: Firman Tuhan mengingatkan, “Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Roma 12:21).
Contoh Doa Berdasarkan Alkitab
“Ya Tuhan Allah Pembelaku, aku menyerahkan pergumulanku kepada-Mu. Berbantahlah melawan orang yang berbantah denganku, dan berperanglah melawan orang yang memerangi aku. Tudungilah kepalaku pada hari pertarungan.
Jangan biarkan rancangan atau tipu rencana orang fasik berhasil. Berikanlah aku hikmat untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, melainkan lindungi aku dalam kasih-Mu.
Aku juga menyerahkan hidup orang yang memusuhiku ke dalam tangan-Mu; jamahlah hati mereka, berikanlah keadilan-Mu, dan tuntunlah mereka pada pertobatan. Di dalam nama Tuhan Yesus, aku berdoa dan mengucap syukur. Amin.” (Maria Sari)
Editor : Redaksi