SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna mengatasi masalah sampah organik yang dihasilkan masyarakat serta mendukung gerakan pemilahan sampah dari rumah, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur mulai menggencarkan mengembangkan budidaya maggot. Dan saat ini dalam tahap survei untuk memastikan kesiapan tempat sekaligus kebutuhan infrastrukturnya di sejumlah lokasi.
"Kita akan survei kembali beberapa titik lokasi yang cocok agar nanti segera mengeksekusi," ujar Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, Kamis (13/08/2026).
Baca juga: Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN
Adanya pengembangan maggot sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, salah satunya rumah tangga. Sisa makanan atau sampah organik yang selama ini menjadi salah satu jenis sampah rumah tangga dapat dimanfaatkan sebagai pakan maggot.
Setelah sampah dipilah sesuai jenis, sampah organik bisa diberikan untuk makanan benih-benih maggot. Hal itu karena maggot mampu mengurai sampah organik dengan cepat dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan yang menghasilkan nilai ekonomi.
Baca juga: Capai 120 Ton per Hari, Pemkot Madiun Targetkan Kurangi 30 Persen Sampah ke TPA Winongo
Menurutnya, budidaya maggot tersebut akan dikembangkan dalam beberapa versi, yakni skala kecil dan besar. Untuk skala kecil nantinya menyasar kelompok masyarakat, salah satunya sekitar 50 kepala keluarga. Sementara untuk skala lebih besar akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas lokasi yang disiapkan.
Dan rencananya, terdapat empat lokasi yang akan menjadi titik pengembangan budidaya maggot. Beberapa di antaranya berada di wilayah Kelurahan Demangan, Kelurahan Kartoharjo. dan Kelurahan Madiun Lor. Sementara lokasi budi daya dalam skala besar akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Manguharjo.
Baca juga: Sambut HUT RI, Pemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis
Dengan demikian, turut mempercepat pencapaian target Kota Madiun Zero Waste atau bebas masalah sampah pada tahun 2027 yang telah dicanangkan. "Selain mengurangi sampah organik, budidaya maggot juga memiliki nilai manfaat lain. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat," jelasnya. md-02/dsy
Editor : Redaksi