SURABAYAPAGI.com, Jombang - Dalam sepekan terakhir, harga cabai dan sejumlah sayuran di Pasar Legi Jombang melonjak imbas pasokan dari daerah produsen berkurang karena cuaca ekstrem. Sehingga membuat harga sejumlah komoditas ikut terdongkrak.
Akibat hal tersebut, harga cabai rawit mencapai Rp 55 ribu per kilogram, sedangkan timun Rp 15 ribu, buncis Rp 18 ribu, dan tomat Rp 8 ribu per kilogram. Selain cabai, kenaikan terjadi pada sejumlah sayuran. Harga timun naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram.
Baca juga: Masih Mahal, Harga Gabah Kering Panen di Jombang Tembus Rp7.800 per Kg
Rahayu, pedagang sayur di Pasar Legi, menyebut pasokan dari petani turun drastis. Kondisi tersebut membuat harga sejumlah komoditas ikut terdongkrak. ”Pasokan berkurang, permintaan tetap tinggi. Harga otomatis naik,” katanya, Kamis (13/08/2026).
Buncis dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu. Sedangkan tomat naik dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram. ”Yang naik signifikan itu timun, cabai kecil, cabai besar, buncis, dan tomat. Kenaikannya terasa dalam sepekan terakhir,” beber Rahayu.
Baca juga: Musim Kemarau, Puluhan Warga di Jombang Meninggal Dunia Akibat Pneumonia
Menurut dia, cuaca ekstrem turut mengganggu hasil panen petani. Namun, tidak semua harga komoditas naik. Bawang merah justru turun dari Rp 30 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram.
Lebih lanjut, Kabid Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Jombang Hikha Ratri Widyashanti mengatakan, pihaknya telah memantau harga dan pasokan di sejumlah pasar tradisional. Di antaranya Pasar Pon, Pasar Cukir, dan Pasar Ploso.
Baca juga: Peternak di Jombang Dilanda Situasi Sulit: Harga Telur Anjlok, Pakan Meroket
Sehingga, untuk mencegah kenaikan harga berlanjut, Disdagrin memperkuat kerja sama antardaerah (KAD) dengan daerah sentra produksi yang memiliki surplus komoditas. Pengawasan distribusi juga dilakukan bersama Satgas Pangan untuk mencegah spekulasi maupun penimbunan.
”Kami berupaya menjaga kestabilan harga dan kelancaran pasokan agar masyarakat tetap mendapat bahan pangan terjangkau,” pungkas Hikha. jb-01/dsy
Editor : Redaksi