Ditangkap BNN di Perkampungan Bahari, Jakarta Utara Ditemukan Uang Rp 1,277 M dan Aset Senilai Rp 39

Bandar Narkoba Dibidik TPPU

surabayapagi.com
BNN menangkap bos narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara.

SURABAYAPAGI.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita uang miliaran rupiah dari bandar narkoba berinisial MR yang digerebek di Kampung Bahari, Jakarta Utara (Jakut). Uang yang disita merupakan bagian dari pengembangan penyidikan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus tersebut.

“Dari hasil pengembangan terhadap yang bersangkutan, Bos Gendut atau MR tersebut kita sudah mengembangkan TPPU-nya yang sudah berhasil kita sita, ada uang cash sebesar Rp 1,277 miliar,” kata Direktur Penindakan dan Penjejaran BNN Brigjen Roy Hardy Siahaan saat konferensi pers di Kantor BNN Jakarta Utara, Kamis lalu.

Baca juga: BNN Bongkar Penyelundupan Vape Etomidate Berkedok Bungkus Snack

Selain uang, ada sejumlah aset yang disita. Adapun nilai aset yang disita sebesar Rp 39,950 miliar. “Kemudian dikembangkan dalam beberapa aset yang sudah kita hitung kurang lebih sebesar Rp 39,950 miliar,” ujarnya. MR merupakan salah satu buron gembong narkoba terkait kasus kepemilikan sabu 92 kilogram. MR diburu BNN sejak 7 November 2025.

“Artinya perkara tersebut kita proses tidak semata-mata pada perkara pokoknya 92 kilo tetapi kita berhasil memproses tindak pidana pencucian uang yang kita proses,” ujarnya.

MR digerebek Kamis pagi. Penggerebekan dilakukan BNN bersama polisi menggeledah rumah Bos Gendut di Kampung Bahari.

“Dari hasil pengembangan interogasi yang bersangkutan, yang bersangkutan menyampaikan bahwa ada lingkaran dari yang bersangkutan beberapa orang kemudian menunjukkan barang bukti yang ada di rumahnya. Oleh karena itu kami bersama Polda Metro Jaya dalam hal ini Brimob, bersama-sama melakukan operasi yang kita laksanakan tadi pagi kurang lebih jam 6 pagi,” jelasnya.

Penggerebekan BNN terhadap bos narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara mendapatkan perlawanan dari jaringan narkoba. Petugas dilempari mercon hingga petugas membalas dengan gas air mata.

Personel BNN dan Brimob Berjaga

Baca juga: BNN Bongkar Modus Baru Penyelundupan 3,37 Ton Ganja dari Thailand, Diduga Akan Diolah Jadi Cairan Vape

Dalam rekaman video yang beredar terlihat personel BNN dan Brimob tengah berjaga-jaga. Mereka berseragam lengkap dengan rompi anti peluru dan helm. Jaringan narkoba melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan. Petugas membalas dengan tembakan gas air mata.

Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, membenarkan adanya penggerebekan tersebut. Penggerebekan diawali pengejaran terhadap bos narkoba inisial MR di Kampung Bahari tersebut.

“Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan,” kata Roy.

Petugas kemudian membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan di mana tempat dia menyimpan narkoba. Namun, saat petugas hendak masuk, para loyalis MR menyerang petugas.

Baca juga: BNN Gerebek Gudang di Kawasan Pergudangan Cerme, Diduga Simpan Ganja Jaringan Internasional

“Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kita hadang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka,” tuturnya. Saat ini penggerebekan masih berlangsung. Sejumlah orang, termasuk bos bandar narkoba diamankan dalam penggerebekan tersebut

Mendapatkan Perlawanan dari Loyalis

Penggerebekan dilakukan berkaitan pengembangan terhadap salah satu bos narkoba di Kampung Bahari. Informasi yang dihimpun penggerebekan dilakukan sejak subuh tadi, Kamis (13/8/2026). Upaya penggerebekan ini mendapatkan perlawanan dari loyalis bandar narkoba, sehingga petugas melepaskan tembakan gas air mata.

Dalam rekaman video terlihat personel BNN dan Brimob tengah berjaga-jaga. Mereka berseragam lengkap dengan rompi anti peluru dan helm. Jaringan narkoba melawan dengan menembaki petugas menggunakan mercon dan petasan.Petugas membalas dengan tembakan gas air mata. erc/jk/put

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru