Terjunkan Tim ke Sekolah, Dinsos Gencar Cegah Penularan HIV di Gresik

surabayapagi.com
Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Dinas Sosial (Dinsos) Gresik melakukan edukasi pencegahan HIV di sekolah. SP/ GRS

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Sebagai salah satu langkah strategis dalam pencegahan konkret kasus penyebaran HIV, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik mulai gencar memberikan edukasi secara intensif gencar dilakukan, salah satunya dengan menyasar lingkungan sekolah dan keluarga, dengan aktif mendatangi sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi pencegahan perilaku berisiko.

Pasalnya, berdasarkan data Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Gresik, temuan kasus baru HIV sejak awal tahun 2026 didominasi oleh kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), yaitu tercatat sebanyak 24 kasus atau sekitar 26 persen. Sementara itu, kategori pasangan risiko tinggi (risti) mencapai 16 kasus atau sekitar 17 persen.

Baca juga: Laporan Dihentikan, Selisih Tanah Tak Terjawab: Ke Mana Korban Harus Mengadu?

Sehingga, sosialisasi dilaksanakan secara bertahap ke sekolah-sekolah. Menariknya, kegiatan edukasi ini tidak hanya melibatkan para siswa, melainkan juga menghadirkan para wali murid. Karenanya, pencegahan terhadap perilaku berisiko harus ditanamkan sejak dini. Lingkungan keluarga, sekolah, hingga area bermain anak memegang peranan kunci dalam membentuk kondisi psikososial yang sehat bagi anak.

Baca juga: Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

“Ini agar lebih efektif pencegahannya. Lalu tren kasus yang ditangani dalam beberapa tahun terakhir ini adalah anak usia sekolah dan salah satu permasalahan belajar yang dialami siswa bersumber dari permasalahan keluarga,” jelas Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinsos Gresik sekaligus Pembina LK3, Choirul Arif, Kamis (03/09/2026).

Baca juga: Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Sementara itu, untuk rangkaian kegiatan sosialisasi ini akan digelar secara bergantian dari satu sekolah ke sekolah lainnya. Materi edukasi tidak hanya berfokus pada pencegahan HIV semata, tetapi juga menyentuh akar persoalan keluarga dan masalah psikososial yang berpotensi memengaruhi tumbuh kembang anak. gr-01/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru