Sampah 16 Hari Menumpuk Dikeluhkan, DLH Surabaya Mulai Benahi Pengangkutan

surabayapagi.com
Kepala DLH Kota Surabaya M. Fikser. SP/ SBY

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti fenomena penumpukan sampah selama 16 hari yang mulai dikeluhkan warga di Kedungdoro Gang III, RT 3/RW 11, Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya bakal melakukan pengangkutan dari lingkungan warga menuju TPS.

Menurut Kepala DLH Kota Surabaya M. Fikser, warga telah memenuhi kewajibannya dengan membayar petugas pengangkut sampah lingkungan, yang biasa disebut penggeledek. Namun, layanan pengangkutan tidak berjalan sesuai kesepakatan, sehingga sampah rumah tangga menumpuk hingga lebih dari dua minggu.

Baca juga: Bebas Masalah Sampah, Pemkot Madiun Siap Cairkan Dana Operasional per RT Rp10 Juta

“Setelah kita datang, kita dengarkan sendiri ternyata itu sampah rumah tangga yang sebenarnya menjadi tanggung jawab RT terhadap lingkungannya. Dan, RT sudah melakukan tanggung jawab itu,” ujar Fikser, Selasa (08/09/2026).

Lebih lanjut, Fikser menjelaskan, persoalan muncul dalam hubungan kerja antara warga dan petugas penggeledek. Salah satu petugas pengangkut menangani sejumlah RT/RW di wilayah Sawahan dan Petemon sehingga pengaturan jadwal pengambilan sampah tidak berjalan optimal. 

Baca juga: Cegah Pencemaran Lingkungan, Pemkab Pasuruan Optimalkan Pengolahan Air Lindi TPA Wonokerto

Kondisi tersebut membuat warga harus menghadapi tumpukan sampah dalam waktu lama. Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli kantong maupun karung tambahan untuk menampung sampah yang terus bertambah. “Permasalahannya itu ada di penggeledek yang ternyata sudah punya hubungan kerja dengan warga, tetapi tidak pernah diambil sesuai dengan perjanjian. Kasihan, ibu-ibu harus datang ke sini minta tolong, terus bau, bahkan beli kresek, beli glangsing. Itu kan juga menambah sampah,” jelasnya. 

Untuk mencegah persoalan kembali terjadi, DLH akan mempertemukan pengurus RT dan RW, warga, serta pihak yang selama ini terlibat dalam pengelolaan TPS dan pengangkutan sampah. Selain itu, ia mengakui pelayanan kebersihan di Surabaya masih terus diperbaiki. Namun, Pemkot Surabaya memastikan penanganan sampah di TPS maupun sampah liar akan tetap dilakukan secara konsisten.

Baca juga: Kurangi Timbunan Sampah TPA Benowo, Wali Kota Instruksikan ASN Surabaya Pilah Sampah dari Rumah

“Kami minta maaf bahwa kami juga belum maksimal dalam melakukan pembersihan sampah secara keseluruhan. Tapi komitmen kami membersihkan sampah di setiap TPS, di setiap sampah liar, di setiap kota ini akan tetap kami jalankan secara konsisten,” pungkasnya. sb-03/dsy

Editor : Redaksi

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru