Tambahan Anggaran 75 Miliar di Sektor Pendidikan, Reni Astuti Tegaskan Keseriusan Pemkot Maksimalkan Serapan

surabayapagi.com

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selain  bantuan sosial dampak kenaikkan BBM. Sektor Pendidikan juga menjadi prioritas dalam penambahan RAPBD Perubahan Tahun 2022 sebesar Rp 10,6 triliun. 

Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menerangkan di sektor pendidikan terdapat penambahan anggaran hingga Rp 75 miliar pada RAPBD Perubahan Tahun 2022 ini. Maka dari itu, Ia menegaskan agar Pemerintah Kota Surabaya serius memaksimalkan serapan program beasiswa ini. 

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Sambut Delegasi Perdagangan dari Tiongkok

"Untuk beasiswa perguruan tinggi sudah cair, yang belum cair beasiswa untuk SMA/SMK. Jika serius bulan September ini sudah bisa cair," kata Reni. 

Reni menjelasakan, Pemkot menambah kuota penerima beasiswa Pemuda Tanggung. Baik itu di tingkat Perguruan Tinggi  maupun SMA/SMK. Awalnya 13.000 kini menjadi 25.000. 

“Ada penambahan kuota sebanyak 1.000 untuk jenjang kuliah dan 12.000 untuk SMA/SMK. Selain uang tunai, mereka juga akan di-support seragam, sepatu, dan alat penunjang kegiatan belajar lainnya,” ungkap Reni. 

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah Tinjau Pencairan Marbot Musala dan Penjaga Rumah Ibadah

Terkait penambahan kuota tersebut, Reni mengingatkan untuk memaksimalkan serapan. Ia berharap bisa terserap lebih banyak karena pada bulan Agustus sempat terjadi perlambatan. 

“Nah, untuk kali ini, dewan mengapresiasi inisiatif Pemkot yang melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk mendata siswa MBR dan mendorong mereka mendaftar beasiswa. Ini jadi langkah yang baik,” tuturnya. 

Baca juga: Manfaatkan Aset, Pemkot Surabaya Bangun 8 Lokasi Wisata Rakyat 

Reni juga mendorong pemkot untuk segera mencairkan dana beasiswa tersebut ke penerima yang sudah terdata. “Tak perlu menunggu akhir tahun, pencairan harus segera dilakukan karena masyarakat sudah menunggu,” ungkapnya. 

Anggaran di APBD Perubahan tahun 2022 juga menyentuh penyediaan sarana dan prasarana Kader Surabaya Hebat, sebesar Rp 13 miliar. Kemudian untuk Bunda Paud senilai Rp 5,8 miliar. “Ada program bantuan laptop untuk Bunda Pos Paud Terpadu (PPT). Namun, sampai sekarang juga belum turun. Ini juga harus jadi perhatian,” tegas Reni. Alq

Editor : Moch Ilham

Ekonomi dan Bisnis
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru