Delapan Orang Tewas Jadi Korban Miras yang Dicampur Krim Obat Nyamuk

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Kedungwaru- Delapan orang mati karena minuman keras Kuntul Alimi. Dari semua kejadian tersebut, rata-rata korban menenggak jenis menuman Kuntul Alimi. Empat orang meninggal dunia, usai menggelar pesta miras di Cafe Bengawan, Desa Bulusari, Kecamatan Kedungwaru, Senin (7/8/2017) siang hingga Selasa (8/8/2017) malam. Secara beruntut kematian dimulai dari Azis (25), Pipi (17), disusul Supriyadi (40), dan Opi (17). Sedangkan satu orang selamat adalah Anis. Hingga kini Polsek Kedungwaru yang menangani kasus ini belum mengungkapkan, apa jenis minuman yang ditenggak para korban. Namun kesaksian dari warga setempat, Yunus, jenis minuman di café milik Temi ini adalah Kuntul Alimi. Yunus adalah mantan pelanggan di café ini, namun kemudian menghentikan kebiasaan buruknya. “Dulu minumannya enak. Terus sekitar satu tahun belakangan jadi aneh, dan bikin sakit semua,” ungkap Yunus, beberapa waktu lalu. Korban meninggal karena miras berikutnya adalah Agus Setiawan (25) alias Gogon, asal Kelurahan Tertek, Kecamatan Tulungagung. Agus Setiawan meninggal pada Minggu (3/8/2017) usai pesta miras bersama 10 orang temannya, Kamis (31/7/2017) malam. Dari hasil olah TKP kepolisian, jenis minuman yang dikonsumsi adalah Kuntul Alimi. Menyusul dua warga Desa Karangsari, Kecamatan Karangrejo, Imam Sholikin (32) dan Reki Aditya (25) . Yang paling akhir adalah Mardianto (39), warga Nyawangan, Kecamatan Sendang. Ketiganya juga diduga kuat mengonsumsi miras mereka Kuntul Alimi. Merek Bintang Kuntul sebenarnya miras yang diproduksi resmi oleh perusahaan di Surabaya. Namun merek ini diduga dipalsukan, dan diproduksi dalam skala rumahan. Salah satu yang mengaku pernah menjual adalah Eko Susilo, warga Tertek, Kecataman Tulungagung. “Saya membelinya di Kediri, penjualnya namanya Didik. Didik ini yang membuat minuman tersebut,” ungkap Eko. Eko memastikan, miras tersebut dibuat di rumah bukan di sebuah pabrik yang mengantongi izin resmi. Sebagai contoh, minuman Kuntul Alimi yang dijual masing-masing pedagang mempunyai label yang tidak sama. Minuman yang dijual Eko mempunyai label polos berwarna merah, sedangkan miras yang diminum Agus Setiawan dan kawan-kawan mempunyai label merah, dengan tulisan Alimi. Bahkan Eko menyebut nama seseorang, yang memroduksi minuman tersebut di rumahnya. “Semua miras yang dijual itu palsu, wong tidak ada pabriknya. Kalau soal cukai bisa saja dipesan,” ucapnya. Seorang pemilik café yang menjual miras, Aan (inisial), mengaku mengetahui produsen besar di Tulungagung. Salah satu bahan yang digunakan adalah krim obat nyamuk. Namun merek yang paling banyak yang diproduksi adalah jenis vodka. Namun ada pula produk Alimi yang dihasilkan industri rumahan ini . Untuk vodka biasanya dijual Rp 45.000 per botol. Padahal harga dari distributor resmi di Tulungagung sekitar Rp 76.000 per botol. “Miras palsu ini didistribusikan di Tulungagung, Trenggalek sampai ke Ponorogo. Nah, pelaku ini juga mempunyai usaha lain untuk menutupi usaha miras palsunya,” ucap Aan.(mfn)
Tag :

Berita Terbaru

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Dari Bumi Mojopahit untuk Indonesia, Walikota Ning Ita Langitkan Doa Bersama Peringati Dua Tahun Prabowo - Gibran

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

Rabu, 21 Okt 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto bersama Polres Mojokerto Kota menggelar doa kebangsaan dalam rangka memperingati dua tahun pe…

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…