NTP Jatim Tertinggi di Pulau Jawa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Nilai Tukar Petani (NTP) Jawa Timur naik 1,43 persen dari 103,91 menjadi 105,40. Ini terhitung pada Agustus 2017 dan merupakan kenaikan NTP provinsi terbesar di Pulau Jawa. Kenaikan NTP terbesar terjadi di Provinsi Jawa Timur sebesar 1,43 persen, diikuti Jawa Tengah sebesar 1,31 persen, Jawa Barat sebesar 0,86 persen, dan Provinsi Banten sebesar 0,24 persen. Sedangkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami penurunan NTP sebesar 0,05 persen. Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono, mengatakan, dari lima Provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTP pada bulan Agustus 2017, empat Provinsi mengalami Kenaikan NTP, dan sisanya mengalami penurunan. Dikatakan teguh, kenaikan NTP ini disebabkan karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan, sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) mengalami penurunan. "Dengan kenaikan NTP tersebut berdampak pada kesejahteraan para petani mengalami peningkatan yang lebih baik," ujarnya. Pada Agustus 2017, semua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Kenaikan NTP terbesar terjadi pada sub sektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,66 persen diikuti sub sektor peternakan sebesar 2,02 persen. Kemudian sub sektor tanaman pangan naik 1,15 persen, sub sektor perikanan 0,97 persen dan sektor hortikultura naik sebesar 0,16 persen. Sementara indeks harga yang diterima petani naik 1,12 persen dibanding Juli 2017, yaitu dari 135,27 menjadi 136,78. Kenaikan indeks ini disebabkan oleh naiknya indeks harga yang diterima petani pada empat sub sektor pertanian dan sisanya mengalami penurunan. Sub sektor tanaman perkebunan rakyat naik 2,33 persen, diikuti sub sektor peternakan naik 1,87 persen, tanaman pangan naik 0,70 persen, dan sub sektor perikanan naik 0,38 persen. Sedangkan sub sektor yang mengalami penurunan indeks yang diterima petani adalah sub sektor hortikultura sebesar 0,11 persen. Komoditas utama yang menyebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani bulan Agustus 2017 adalah naiknya harga tembakau, sapi potong, gabah, ikan nila, udang, buah apel, nilam, teri, kopi, dan kol/kubis. Sedangkan komoditas utama yang menghambat kenaikan indeks harga yang diterima petani adalah turunnya harga bawang merah, ikan layang, cabai rawit, rumput laut, jagung, cengkeh, ikan cakalang, ikan kuniran, tongkol, dan kapuk. Indeks harga yang dibayar petani mengalami penurunan sebesar 0,31 persen dari 130,18 pada bulan Juli 2017 menjadi 129,78 pada bulan Agustus 2017. Penurunan indeks ini disebabkan oleh turunnya indeks harga konsumsi rumah tangga (inflasi perdesaan) sebesar 0,52 persen, sedangkan indeks harga biaya produksi dan pembentukan barang modal (BPPBM) naik sebesar 0,13 persen. Sedangkan komoditas utama yang mendorong kenaikan indeks harga yang dibayar petani adalah naiknya uang bayaran sekolah SD, garam hancur, benih bandeng/nener, sawi, petelur layer, sawi hijau, buah mangga, garam bata, daging ayam ras, dan ketimun. Komoditas utama yang menghambat kenaikan indeks harga yang dibayar petani bulan Agustus 2017 adalah turunnya harga komoditas bawang merah, cabai rawit, bawang putih, tomat sayur, benih gurame, sewa perahu tanpa motor, benih nila, ikan cakalang, gula pasir, dan terung. arf
Tag :

Berita Terbaru

Sindir Anggaran Misi Dagang ke Luar Negeri, Blegur : Lebih Baik Lewat TikTok 

Sindir Anggaran Misi Dagang ke Luar Negeri, Blegur : Lebih Baik Lewat TikTok 

Selasa, 09 Jun 2026 06:22 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 06:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alokasi anggaran misi dagang ke luar negeri miliaran rupiah dibahas serius dalam  Rapat koordinasi Banggar dan TAPD Pemprov Jatim. …

Tampil Seksi , Kim Kardashian, Jadi Perhatian Penonton Formula 1

Tampil Seksi , Kim Kardashian, Jadi Perhatian Penonton Formula 1

Selasa, 09 Jun 2026 05:58 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM :  Kim Kardashian terlihat mendukung langsung pembalap Formula 1, Lewis Hamilton, pada balapan F1 Monaco yang berlangsung baru-baru …

Cegah Kebocoran Lindi, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Truk Sampah

Cegah Kebocoran Lindi, Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Truk Sampah

Selasa, 09 Jun 2026 05:57 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:57 WIB

Surabaya Pagi.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap armada truk pengangkut sampah yang melayani pengangkutan…

Prabowo Minta, Bereskan Berbagai Persoalan di BGN Bertahap

Prabowo Minta, Bereskan Berbagai Persoalan di BGN Bertahap

Selasa, 09 Jun 2026 05:55 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari, menegaskan salah satu mandat yang diberikan kepada pimpinan baru BGN adalah…

Mahfud MD: Dadan Terasa Ugal ugalan

Mahfud MD: Dadan Terasa Ugal ugalan

Selasa, 09 Jun 2026 05:48 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Mantan Menko Polhukam sekaligus pakar hukum tata negara RI, Mahfud MD menilai eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana adalah…

Istana Tegaskan tak Bekerja Atas Isu

Istana Tegaskan tak Bekerja Atas Isu

Selasa, 09 Jun 2026 05:44 WIB

Selasa, 09 Jun 2026 05:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tak ada rencana pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Prasetyo…