"Burnout” Mengintai Pekerja Usia Produktif

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tingginya volume pekerjaan kerap kali memicu stres berkepanjangan. Tak ayal, kondisi ini kerap kali terabaikan karena hanya dianggap sebagai kondisi stres yang tak perlu dikhawatirkan. Padahal, sebenarnya stres punya ambang batas. Jika dibiarkan, bisa mengarah pada gejala Burnout. Bisa jadi istilah Burnout masih terdengar asing di telinga. Untuk itu, di momen peringatan Hari Kesehatan Jiwa Internasional, yang diperingati setiap tanggal 10 Oktober, sejumlah dokter dari Departemen Ilmu Kedokteran Jiwa RSUD FK UNAIR-RSUD Dr. Soetomo berkampanye menyosialisasikan Burnout di tempat kerja. Puluhan dokter ini tampak giat berkeliling sambil membagikan pamflet dan setangkai bunga mawar kepada karyawan maupun dosen di lingkungan rumah sakit RSUD Dr. Soetomo dan kampus kedokteran. “Burnout adalah tema yang sudah ditetapkan oleh WHO untuk peringatan tahun ini,” ujar Nalini Muhdi Agung Sp.KJ(K). Dalam konteks penyakit kejiwaan, burnout berarti sindrom kelelahan pada fisik, mental, dan emosional yang bersifat ekstrem. Burnout dapat muncul akibat stress yang menumpuk dan terakumulasi sejak lama. Menurut Nalini, Burnout di tempat kerja sering terjadi pada jenis pekerjaan yang melibatkan pelayanan terhadap sesama manusia, seperti tenaga kesehatan di rumah sakit, polisi, dokter, guru hingga jurnalis. Meski tidak menutup kemungkinan, sindrom ini juga bisa dialami pada jenis profesi lainnya. Hingga kini, belum ada data pasti yang menyebutkan jenis pekerjaan apa saja yang paling banyak memicu kelelahan. Namun, diperkirakan beberapa profesi yang disebutkan di atas adalah yang paling banyak memicu sindrom kelelahan. Umumnya Burnout disebabkan oleh situasi kerja yang tidak mendukung atau tidak sesuai antara kebutuhan dan harapan. Jika dibiarkan berlarut-larut, maka tanpa kita sadari produktivitas dan kinerja bisa menurun,” ungkapnya. Sindrom ini dapat menjangkit siapa saja tanpa batasan usia. Karena menyangkut tempat kerja, maka sindrom ini paling banyak dialami oleh pekerja usia produktif, yaitu antara usia 25-50 tahun. Ketika seseorang mengalami Burnout, maka ia lebih sering merasa frustrasi, tertekan, apatis, gampang bosan, menarik diri dari lingkungan sosial, serta menjadi pribadi yang cuek dan ketus. Kalau dibiarkan, maka gangguan tersebut menimbulkan depresi dan kecemasan berlebihan. Kondisi itu sudah masuk kategori parah. Kalau sudah parah, maka perlu ke psikiatri. Oleh karenanya, relaksasi itu perlu. Tak harus keluar biaya mahal, cukup dengan tertawa bisa mengurangi kepenatan. “Sering tertawa itu malah lebih baik. Setidaknya orang harus tertawa minimal enam menit setiap hari. Cara ini juga perlu diseimbangkan dengan pola hidup sehat, cukup istirahat dan olahraga teratur,” ungkapnya. Satu lagi cara yang dianggap penting menurut Nalini adalah menyisihkan waktu untuk me time. “Work Should be important to you, but it is not your whole life. Ambil cuti tahunan, pergi liburan dan lakukan apa saja yang bisa membuat anda senang,” ungkapnya. ifw
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…