Meregang nyawa setelah dirujuk ke rumah sakit keem

Tahanan Narkoba Polsek Tambaksari, Tewas

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sepuluh hari di dalam penjara, membuat fisik Haditriyono (52), drop. Belum lagi membayangkan ancaman hukuman atas perbuatannya. Betapa tidak, pria berbadan subur yang tinggal di Jalan Ploso VI/5-B Surabaya itu terlibat peredaran narkoba golongan 1 jenis sabu. Barang bukti sabu yang disita polisi tangannya cukup besar, yaitu 2 Ons. Darisanalah, Hadi akhirnya meregang nyawa setelah sempat mendapatkan perawatan beberapa kali. Hadi sendiri ditangkap Unit Reskrim Polsek Tambaksari pada Kamis (26/10/2017) lalu, sekitar pukul 01.30 Wib. Hadi disergap di rumahnya. Berdasarkan informasi, Hadi sudah lama diincar polisi. Namun Hadi cukup lihai menyembunyikan sabu yang diedarkannya. Tapi tidak saat itu, sabu milik Hadi terbongkar. Unit Reskrim Polsek Tambaksari berhasil menemukan sebuah tabung freon yang dipakai Hadi untuk menyimpan sabu-sabu tersebut. Karena kedoknya yang akhirnya terbongkar itulah, Hadi diduga terpukul. Sakit yang dideritanya sebelum tertangkap, kambuh. Sebab setelah menjalani pemeriksaan dan resmi ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan pada Sabtu (28/10/2017), Hadi terus mengeluh sakit. Tercatat, penyidik membantarkan Hadi ke rumah sakit hingga 4 kali sebelum ia meregang nyawa, pada Senin (6/11/2017) sekitar pukul 17.00 di Poliklinik Polrestabes Surabaya, Jalan Rajawali. Kapolsek Tambaksari, Kompol Prayitno melalui Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lily Djafar membenarkan meninggalnya tahanan narkoba atas nama Haditriyono tersebut. "Tahanan itu dinyatakan meninggal saat dirujuk ke Poliklinik Polrestabes Surabaya, Rajawali. Dugaan sementara, dia meninggal karena penyakit jantung koroner dan diabet," sebutnya, Selasa (7/11/2017). Kompol Lily membeberkan, jika Hadi sebelum ditangkap dan ditahan, sudah memiliki riwayat sakit tersebut. Bahkan selama menjalani masa tahanan, Hadi sudah dirujuk ke poliklinik itu sebanyak 4 kali. Yaitu, tanggal 30 Oktober ; 2 November ; 5 November dan terakhir 6 November yang akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak poliklinik. "Sebelum ditangkap, pernah dirawat di Rumah Sakit Adi Husada, Jalan Kapasari Surabaya," tegas Kompol Lily. Usai dinyatakan meninggal dunia, pihak Polsek Tambaksari kemudian menghubungi keluarga Hadi. Atas informasi tersebut, pihak keluarga Hadi langsung membawa jasad Hadi ke Buduran Sidoarjo untuk disemayamkan dan dimakamkan. Sebab Hadi diketahui berasal darisana (Buduran, Sidoarjo). Namun setiap hari, Hadi tinggal bersama keluarganya di Jalan Ploso VI/5-B Surabaya. Hadi setiap hari bekerja menjadi tukang service kulkas. Informasi yang didapat di lapangan menyebut, Hadi disebut-sebut sudah lama menjadi pengedar narkoba. Bahkan kendati Hadi kerap kali digerebek, namun baru kali ini Hadi tertangkap. Dalam mengedarkan sabu, Hadi menyimpannya di dalam tabung freon. Darisanalah, Hadi diduga selalu lepas dari penangkapan. Dalam bertransaksi, Hadi memilih malam hari dengan cara membawa tabung freon berisi paketan sabu tersebut menuju tempat pembeli. Unit Reskrim Polsek Tambaksari yang saat itu melakukan penggerebekan di rumah Hadi bahkan sempat kesulitan menemukan sabu yang disimpan Hadi. Sebab saat itu, Hadi menyangkal jika dirinya menyimpan sabu-sabu tersebut. Namun setelah tabung freon dibuka, Hadi tidak berkutik. Sebab dari tabun freon itu ditemukan 2 poket besar sabu-sabu seberat 2 Ons. Saat itu, disita pula 3 HP yang diduga menjadi alat komunikasi Hadi dengan para pembeli, serta uang tunai 2,5 Juta yang diduga hasil penjualan narkoba. bkr
Tag :

Berita Terbaru

Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

Tingkatkan Kemandirian Fiskal, Mas Dhito Dorong Inovasi Genjot PAD

Rabu, 24 Jun 2026 20:22 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI, Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri terus mendorong inovasi menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah…

Anak Ketua PCNU Pontianak Dilaporkan ke Polda Jatim, Diduga Rampas Barang dan Intimidasi Korban dengan Sajam

Anak Ketua PCNU Pontianak Dilaporkan ke Polda Jatim, Diduga Rampas Barang dan Intimidasi Korban dengan Sajam

Rabu, 24 Jun 2026 20:20 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:20 WIB

SURABAYAPAGI, Surabaya – Dugaan aksi main hakim sendiri yang menyeret nama AF, putra seorang Ketua PCNU di Pontianak, kini menjadi perhatian publik. AF d…

Pemkab Sidoarjo Dukung HIPMI Perkuat Iklim Usaha dan Dorong UMKM Naik Kelas

Pemkab Sidoarjo Dukung HIPMI Perkuat Iklim Usaha dan Dorong UMKM Naik Kelas

Rabu, 24 Jun 2026 20:09 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 20:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mendukung upaya Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sidoarjo dalam memperkuat iklim usaha dan i…

Ekspos Manajemen Talenta di BKN, Bupati Gus Barra Paparkan Progres Implememtasi Sistem Meritokrasi

Ekspos Manajemen Talenta di BKN, Bupati Gus Barra Paparkan Progres Implememtasi Sistem Meritokrasi

Rabu, 24 Jun 2026 17:14 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 17:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto sukses melaksanakan kegiatan Ekspos Manajemen Talenta di kantor Badan Kepegawaian Negara (…

Sidoarjo Sikat Habis Rokok Ilegal! Wabup Mimik Idayana Pimpin Pemusnahan 9 Juta Batang Rokok Senilai Rp13,5 Miliar

Sidoarjo Sikat Habis Rokok Ilegal! Wabup Mimik Idayana Pimpin Pemusnahan 9 Juta Batang Rokok Senilai Rp13,5 Miliar

Rabu, 24 Jun 2026 17:12 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 17:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Sidoarjo terus m…

Maidi Disebut Langgar Aturan Mekanisme Tanggung Jawab Sosial  ‎

Maidi Disebut Langgar Aturan Mekanisme Tanggung Jawab Sosial ‎

Rabu, 24 Jun 2026 15:47 WIB

Rabu, 24 Jun 2026 15:47 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta sidang dugaan korupsi berkedok corporate social responsibility (CSR) yang menyeret Wali Kota Madiun nonaktif Maidi kembali men…