3 Hari Usai 10 Menit Angin Langkisau nan Dahsyat

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Bencana terjangan angin langkisau atau puting beliung disertai angin kencang di empat desa Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis sore (11/1/2018), hanya berlangsung singkat, berkisar 10-15 menit. Namun, dampak yang ditimbulkan sungguh mengerikan. Sedikitnya 300 rumah rusak. Selain merusak rumah, angin langkisau juga merusak gedung sekolah dan rumah ibadah. Bencana itu terjadi di empat desa dua kecamatan, yakni Desa Banteran, Klapagading Wetan dan Klapagading Kulon Kecamatan Wangon, serta Desa Tinggarjaya Kecamatan Jatilawang. Pohon bertumbangan. Atap rumah terlempar puluhan meter. Pohon-pohon itu menimpa puluhan rumah penduduk. Hanya di Desa Klapagading saja, ada dua rumah penduduk yang ambruk, rata dengan tanah. Untuk menggambarkan betapa dahsyatnya angin langkisau, pohon kelapa sampai menumpang di atap rumah penduduk usai tercerabut dari akarnya. Pohon kelapa itu tumbang dan terlempar ke perumahan penduduk yang berjarak lebih dari 10 meter. Diperlukan waktu yang panjang dan tenaga yang tak sedikit untuk menyingkirkan pohon yang menimpa rumah penduduk. Hingga hari Minggu, 14 Januari 2018, atau tiga hari pasca-terjangan angin langkisau, ratusan relawan masih berjibaku menyingkirkan batang pohon yang menimpa rumah penduduk. BPBD dan Relawan Hanya Andalkan Alat Manual Batang pohon yang besar menyebabkan relawan kesulitan menyingkirkannya dari atap rumah penduduk. Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo mengakui, para relawan hanya mengandalkan alat ringan untuk menyingkirkan batang pohon yang menimpa rumah penduduk. Batang pohon besar dan banyaknya rumah terdampak menjadi hambatan paling besar. Penanganan bencana menjadi lamban lantaran jumlah rumah yang rusak amat banyak. Penyingkiran pohon pun hanya dilakukan dengan cara manual. Mereka mengerahkan belasan mesin senso (pemotong kayu). "Tidak ada alat berat. Kami mengerahkan mesin senso yang banyak. Ada yang dari BPBD dan ada yang dari relawan gabungan," Relawan gabungan, juga mulai memperbaiki rumah yang rusak. Mereka memanfaatkan material yang masih bisa digunakan dan mengandalkan bantuan BPBD Banyumas. Validasi Data Dilakukan Dilanjutkan Distribusi Bantuan Dahsyatnya puting beliung menyebabkan ratusan pohon tumbang, ada sebagian yang menimpa rumpah penduduk. Mulai hari Minggu ini, ini BPBD Banyumas memang mulai mendistribusikan bahan bangunan rumah (BBR) berupa seng 315 lembar, kalsiboard 86 lembar, dan puluhan kilogram paku berbagai ukuran. Sementara, sejak Jumat pagi, BPBD telah mendistribusikan logistik untuk warga terdampak dan relawan yang membantu di empat desa. Relawan juga mendirikan dapur umum untuk menyuplai ratusan warga dan relawan yang bekerja bakti. "Kami juga mendistribusikan family kit, dan susu balita," Kusworo menambahkan. Komandan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Banyumas, Heriana Adi Chandra mengatakan tiga hari pasca-bencana angin langkisau, BPBD dan relawan juga masih memvalidasi data rumah terdampak, apakah berkategori berat, sedang atau ringan. "Memang batang pohonnya kebanyakan besar, hambatannya di situ," Chandra menjelaskan. Validasi dilakukan untuk mengetahui jumlah bantuan BBR yang didistribusikan. BPBD memprioritaskan rumah yang terdampak berat atau roboh dan sedang. Heriana menuturkan, malam setelah terjangan angin langkisau, 20 rumah warga tak bisa ditempati. Pasalnya, batang pohon berukuran besar menimpa atap dan belum berhasil disingirkan. Namun saat ini hanya rumah rusak berat dan roboh yang tak bisa ditempati.
Tag :

Berita Terbaru

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Bambang Haryo Soroti Ketepatan Sasaran Program Bedah Rumah: Jangan Salah Pilih Penerima

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 22:10 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Program bedah rumah pemerintah dinilai tidak cukup hanya berorientasi pada perbaikan kondisi fisik hunian. Ketepatan sasaran penerima …

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…