Praktik "Pangkas" Kelopak Mata di China, Anda Berani?

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, China – Jika biasanya tukang cukur menawarkan mencukur jenggot, rambut, kumis, bulu kaki, bulu ketiak, atau pun bulu-bulu lain di tubuh. Di china ada tukang cukur yang menawarkan jasa "memangkas" kelopak mata. Ya, bayangkan, pisau cukur yang tajam memangkas dan membersihkan kelopak mata Kamu yang begitu lembut. Jelas ini akan amat mengerikan. Namun ternyata tidak demikian dengan orang-orang yang menggunakan jasa tukang "cukur" ini. Mereka mengaku matanya terasa lebih baik setelah pencukuran tersebut. Nampaknya, kengerian hanya merundung orang-orang yang menyaksikan prosesi itu. Xiong Gaowu, seorang tukang cukur kelopak mata di Chengdu, China, dengan lembut memakai pisau cukur berbentuk lurus dan menyisir alur di sepanjang kelopak mata bagian dalam pelanggannya. "Kamu harus melakukannya dengan lembut, sangat, sangat lembut," demikian penuturan Xiong kepada Reuters beberapa waktu silam, seperti dikutip laman Indianexpress. Bukan di klinik tertutup atau pun di gerai khusus. Xiong menawarkan jasanya ini di pinggiran jalan, persis seperti tukang cukur rambut yang mangkal di bawah pohon rindang. Di China, praktik tradisional ini dikenal dengan nama "pisau pencuci mata". Mekanisme dari pencukuran ini adalah membuka sumbatan pada kelenjar minyak (sebaceous) hingga memaksimalkan proses pelembapan di sepanjang tepi kelopak mata. Sebaceous adalah kelenjar mikroskopik yang berada di bawah kulit yang mengeluarkan minyak. Demikian komentar Dr. Qu Chao, salah satu dokter mata yang bekerja di rumah sakit di Chengdu mengatakan. Lebih jauh, dokter ini mengingatkan tentang ancaman infeksi dari praktik semacam ini. "Jika mereka yang melakukan kegiatan ini bisa selalu mensterilkan alat yang digunakan dengan baik, saya masih melihat ada ruang untuk teknik ini bertahan," kata Dr. Qu Chao. "Memang, umumnya orang akan merasa mata mereka kering, dan tidak nyaman saat kelenjar sebaceous tersumbat," kata dia. "Saat dia bercukur, kemungkinan besar dia mencukur bukaan kelenjar ini, hingga ada muncul rasa lega dan nyaman," ungkap Chao lagi. Toh, banyak warga di sana yang melakukan terapi ini, meski tak sedikit pula yang takut.lx/kmp
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…