Mucikari dan PSK Beroperasi di Gang Sebelah Eks Do

DOLLY MASIH HIDUP

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Siapa bilang, upaya Pemkot Surabaya menutup lokalisasi Dolly tahun 2014 silam tuntas. Buktinya, bisnis esek-esek di sana, masih ada meski praktiknya terselubung. Fakta itu terungkap setelah Polrestabes Surabaya membongkar bisnis prostitusi seks terselubung itu, Minggu (21/1/2018) dini hari. Dua mucikari dan tiga PSK (pekerja seks komersial) diamankan. Fakta ini menegaskan, bahwa Dolly masih 'hidup'. ------------------- Laporan : Narendra Bakrie Prostitusi terselubung di eks lokalisasi dolly itu, dibongkar oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polrestabes Surabaya. Dipimpin Kanit PPA AKP Ruth Yeni, tim ini menggerebek bekas wisma disana. Yaitu Wisma New Borneo Karaoke. Mereka mengepung wisma itu sekitar pukul 00.10 Wib. Mereka langsung masuk ke tiga kamar yang diinformasikan menjadi tempat para PSK melayani para pria hidung belang. Informasi itu ternyata benar. Tim PPA menangkap basah 3 PSK dalam 3 kamar berbeda sedang asyik melayani tamunya. 3 PSK dan 3 pria penikmat jasa lendir ini pun diamankan. Tidak hanya itu, dua pria yang menjadi mucikari para PSK itu, akhirnya turut diringkus. Kedua mucikari itu bernama Basuki (30) dan Tasipin (29). Keduanya merupakan warga asal Tuban. Mereka pun digelandang ke Mapolrestabes Surabaya untuk diperiksa. Dibongkarnya bisnis esek-esek oleh Unit PPA ini pun diapresiasi oleh Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan. Menurutnya, ungkap itu merupakan hasil dari upaya Polrestabes Surabaya memantau eks lokalisasi dolly selama ini. Dan ungkap tersebut merupakan upaya Polrestabes Surabaya untuk membuat eks lokalisasi Dolly, agar benar-benar bersih dari maksiat. "Siapapun yang mencoba menumbuhkan kembali masa kelam (bisnis prostitusi) itu, akan kami sikat," tegas Kombes Pol Rudi Setiawan, kemarin. Alumnus AKPOL (Akademi Kepolisian) tahun 1993 itu juga memastikan, pihaknya akan bekerja sama dengan Pemkot, ulama, tokoh masyarakat serta pihak-pihak lain untuk menjadikan eks lokalisasi dolly benar-benar bebas dari praktik maksiat. Modus Terselubung Sementara itu, dari hasil pemeriksaan penyidik, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengungkapkan jika praktik yang dilakukan dua mucikari itu sudah berjalan sekitar 2 tahun. Dalam bisnisnya, kedua mucikari mencari sasaran pelanggan dengan cara melambaikan tangan. Untuk mengelabuhi polisi, mereka (para mucikari dan PSKK) tidak menempati wisma yang digunakan untuk melayani tamu. "Jadi, para mucikari dan PSK ini berada di gang sebelah eks Dolly. Setelah dapat pelanggan, mereka baru menjemput PSK dan mengantarkan pelanggan ke wisma itu," beber AKBP Sudamiran. Khusus untuk kasus ini, lanjut AKBP Sudamiran, mucikari memasang harga antara 200 hingga 300 ribu sekali kencan. Tarif itu akan dipotong biaya 40 ribu untuk sewa kamar wisma dan 120 ribu untuk PSK. Sedangkan sisanya, akan diambil oleh mucikari. Dalam sehari, 2 mucikari itu bisa mendapat pelanggan antara 3 hingga 6 orang. "Mereka (para mucikari dan PSK) mulai standby pukul 20.00 Wib hingga dini hari," sebut AKBP Sudamiran.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…