Jeritan Pedagang Kecil Akibat Serbuan Minimarket

Dulu Sehari Dapat Rp 500 Ribu, Kini Cuma Rp 100 Ribu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tak bisa dipungkiri, pedagang kecil di Surabaya tergencet penghasilannya lantaran serbuan minimarket hingga ke kampung-kampung. Ada sekitar 600 gerai minimarket yang tersebar di kota pahlawan ini. Ironisnya, tak semua minimarket mengantongi kelengkapan izin dari Pemkot Surabaya. Meski begitu, minimarket berjaringan seperti Indomaret dan Alfamart itu, tetap bisa beroperasi. Pedagang kecil yang modalnya pas-pasan pun menjerit. -------------- Laporan : Firman Rachman - Alqomar -------------- Menjamurnya minimarket atau toko modern menjadi pemandangan lumrah di kota metropolitan seperti Surabaya. Konsumen pun tak perlu repot untuk membeli kebutuhan dari makanan pokok maupun kebutuhan lain. Apalagi, minimarket itu ada yang buka hingga 24 jam. Tetapi, siapa yang peduli, di tengah kemudahan yang ditawarkan minimarket, ada pedagang kecil yang menjerit. Mereka adalah para pedagang kelontong di kampung-kampung. Pedagang yang pernah berjaya sebelum masifnya pembangunan serta mudahnya ijin toko retail dan menjadi raja bagi bisnis dagang kebutuhan sehari-hari manusia. Mayangsri (57), nenek empat cucu itu memegangi kepalanya sambil menggaruk kulit kepala disela rambut yang mulai dipenuhi uban. Dia sedikit melamun sambil duduk di dalam kios kecil yang selama ini menjadi tulang punggung dirinya. Kios seluas 25 meter persegi itu merupakan warisan dari sang suami yang sudah mendahuluinya. Sambil memandangi tangan tuanya, Sri --sapaan akrab perempuan itu-- mengaku hanya bisa pasrah melihat pelanggannya sudah tak seramai dulu. Dua puluh tahun kios itu ada, semakin hari dirasa Sri semakin kering saja. Jika dulu per hari bisa mengantongi untung Rp 500-700 ribu, saat ini Sri hanya mampu mengumpulkan pundi rupiah paling banyak 100-200 ribu rupiah saja dari hasil berjualan sehari penuh, antara pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. "Sekarang sudah sangat sepi mas. Kita ini bersaing sama sesama penjual kelontong saja sudah sulit, ditambah lagi sama minimarket dan supermarket itu. Paling yang beli juga tetangga dekat. Kadang juga mereka lebih memilih di Supermarket," kata Sri saat ditemui Surabaya Pagi di toko kelontongnya jalan Petemon Surabaya, kemarin. Di tengah perbincangan, datang seorang pedagang bakso yang hendak membeli rokok di kios milik Sri. Dengan telaten Sri pun melayani. "Iki gak onok recehan mas, tak kei permen ae yo," ucap Sri setelah bingung mencari kembalian pembeli senilai 500 rupiah. Dulu di kios ini, Sri menjual kebutuhan pokok semisal beras. Namun sudah lima tahun terakhir tak ada modal buat memulai bisnis berasnya. "Kalah sama agen, sekarang pembeli sudah tau mana agennya. Mereka langsung beli kesana, selisih 1000-2000, mereka lebih pilih di Agen mas," imbuhnya. Lain Sri, lain lagi pasangan suami istri yang berjualan kebutuhan tersier di pinggiran jalan. Bermodal kendaraan roda tiga yang memiliki kapasitas box, mereka menyulapnya menjadi kios kecil berjalan. "Ya cuma jual rokok, mie instan, sama kayak kopi sachetan mas," kata Maryono dan istrinya saat ditemui Surabaya Pagi di sekitaran jalan Widodaren Surabaya. Tak hanya itu, kios jalan milik Maryono kerap menghilang dan berpindah lantaran harus kucing-kucingan dengan Satpol PP. Kondisi ini tentu sangat menyesakkan bagi rakyat kecil. Bukan hanya toko kelontong konvensional, kios arau warkop berjalan milik Maryono ini harus tersaingi minimarket yang juga menawarkan makanan dan minuman cepat saji. Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Pengawasan Dinas Perdagangan Kota Surabaya, Nuri Dyah, menyebutkan jumlah minimarket di Surabaya saat ini sekitar 600 gerai. Sebagian besar sudah mengantongi IUTM (Ijin Usaha Toko Modern). Namun ada juga yang melakukan pelanggarannya. Sesuai data, ada 146 minimarket yang tercatat melanggar. Dari jumlah itu, 16 toko diantaranya sudah tutup. ”Kini tinggal 130 minimarket yang dalam proses penutupan,” ujarnya. n
Tag :

Berita Terbaru

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Tangkap Keresahan Warga, Pemkot Mojokerto Buka Layanan Koreksi Data Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 16:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Absen Berjamaah Fraksi Demokrat diduga Langgar Tatib, Begini Sikap BK DPRD Jatim

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

Sabtu, 12 Sep 2026 15:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA — Ketidakhadiran Ketua Fraksi Partai Demokrat Agung Mulyono bersama seluruh anggotanya dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Timur pada 10 …

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…