Bayi 13 Bulan Diperkosa dan Dibunuh setelah Diculik dari Kamar Hotel

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM, FLORENCIA - Seorang bayi berusia 13 bulan menjadi korban pemerkosaan, penyiksaan dan pembunuhan setelah sebelumnya diculik dari kamar orangtuanya di sebuah hotel. Pelaku diduga merupakan tamu lain di hotel tersebut. Kepolisian Kolombia mendapat laporan kehilangan dari pasangan suami istri yang tengah menginap di hotel El Bostezo di Florencia, Kolombia. Mereka terkejut ketika bangun dan tidak menemukan anak perempuan mereka di dalam kamar. Upaya pencarian kemudian dilakukan di seluruh penjuru hotel. Mereka kemudian menemukan mayat bayi itu di dalam tangki air di hotel tersebut. Pihak kepolisian meyakini bayi itu telah diculik, dianiaya, dan diperkosa sebelum akhirnya meninggal dunia. Nenek korban Nelly Tique memberikan keterangan tentang kasus yang menimpa cucunya yang masih berusia 13 bulan. Polisi menduga pelaku adalah tamu lain yang juga sedang menginap di hotel itu. Jenazah bayi kemudian dikirim untuk diautopsi sebagai bagian dari upaya memastikan penyebab kematiannya, termasuk mengumpulkan bukti tersangka. Dilansir dari Daily Mirror, kepala Polisi di Caqueta, Javier Navarro mengatakan, seorang pria telah ditahan, namun mereka masih mengumpulkan lebih banyak bukti untuk menjerat tersangka. Pemilik hotel, Jose Hernandez mengakui bahwa satpam yang seharusnya bertugas telah tertidur saat penculikan itu berlangsung. Pihak polisi masih merahasiakan identitas tersangka, maupun bayi yang menjadi korban dan kedua orangtuanya. Namun nenek korban, Nelly Tique, menuntut keadilan bagi keluarganya. Sementara disampaikan polisi, kedua orangtua korban mendapat konseling dari ahli psikologi. "Ini benar-benar situasi mengerikan yang harus dilalui keluarga dan juga ibu muda itu. Karenanya kami tidak bisa meninggalkannya walau sesaat ketika dia sedang mencoba menerima kejadian ini," kata Psikolog, Karen Abudinen. Keluarga itu dikabarkan sedang dalam perjalanan dari daerah Huila menuju kota San Vicente del Caugan di Caqueta. Mereka beristirahat dan menginap di hotel itu. (cr/trbnws)
Tag :

Berita Terbaru

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Gus Qowim Ajak Guru di Kota Kediri Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Akhlak

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

Senin, 14 Sep 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Pendidikan tidak hanya tentang seberapa banyak ilmu yang diberikan kepada anak, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut ditanamkan…

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Jurnalis Mojokerto Gelar Doa Bersama untuk 5 Wartawan Hilang Saat Liput Anak Krakatau

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Keprihatinan mendalam atas belum ditemukannya lima wartawan dan tiga kru ekspedisi Anak Krakatau menggugah solidaritas insan pers …

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Lawan Persiba di Surajaya, Kans Persela Amankan 3 Poin Cukup Terbuka

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

Senin, 14 Sep 2026 16:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Skuad Persela Lamongan terus mematangkan persiapan, dan menjaga asa dalam lanjutan laga Penggadaian Championship 2026/2027, saat…

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Unit Reskrim Polsek Kepanjenkidul Polres Blitar Berhasil Bekuk pelaku Curanmor

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI com, Blitar - Polsek Kepanjenkidul Wilayah Hukum Polres Blitar Kota, berhasil ungkap dan tangkap pelaku pencurian motor jenis Honda ADV warna…

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Lamongan Night Carnival Tanpa Sound Horeg,  Mampu Menghibur  Masyarakat

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Lamongan Night Carnival (LNC) tahun kedua tanpa sound horeg kembali menyedot animo masyarakat. Bahkan ribuan warga merasa terhibur…

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Refleksi Kejadian 5 Wartawan Hilang Kontak, PWI dan IJTI Ingatkan "Tidak ada Berita Seharga Nyawa"

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

Senin, 14 Sep 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Bertempat di Pendopo Alun-alun Lamongan, pada Senin (14/9/2026) pagi, sejumlah jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan…