Pertunjukan Geothermal Memukau di Rotorua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Di Selandia Baru, selain Wellington dan Auckland, Rotorua juga menjadi salah satu kota yang populer di kalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Kepopuleran kota ini lantaran aktivitas geothermal di bawah tanahnya, yang memengaruhi kondisi alamnya. Sebut saja pemandian air panas, mata air panas, kolam lumpur dan geiser. Salah satu geiser yang paling fenomenal dan sering dikunjungi wisatawan adalah geiser Lady Knox di 201 Waiotapu Loop Road. Sebagai informasi, geiser sendiri adalah sejenis mata air panas yang menyembur secara periodik, mengeluarkan air panas dan uap air ke udara. Geiser terbentuk karena keadaan hidrogeologi tertentu akibat energi geothermal yang hanya terdapat di beberapa tempat di bumi. Itulah mengapa geiser merupakan fenomena yang terbilang jarang ditemui. Berlokasi di area Waiotapu di Zona Volkanik Taupo, nama geiser ini diambil dari nama Lady Constance Knox, anak perempuan kedua Uchter Knox, Gubernur ke-15 Selandia Baru di era kolonial dulu. Dalam rangka memenuhi undangan dari Tourism New Zealand (TNZ), kami tiba tepat waktu untuk melihat erupsi geiser Lady Knox. Pemandu wisata kami, Kim McVicker, mengatakan bahwa pertunjukan erupsi geiser ini memang dijadwalkan hanya satu kali setiap hari, yakni pada pukul 10.15 pagi. "Setiap jam 10.15 pagi, pengunjung akan berkumpul di sini dan petugas akan memasukkan zat surfactant ke dalam lubang geiser untuk memicu erupsi," kata Kim. Benar saja, selang beberapa detik setelah zat tersebut dimasukkan, erupsi air panas mulai terlihat. Semakin lama semakin deras dan menyembur semakin tinggi bahkan hingga ketinggian 20 meter. Erupsi tersebut bisa bertahan sampai satu jam lamanya, lho. Dari jauh, geiser terlihat seperti air mancur alami yang menakjubkan. Apalagi geiser ini terletak di tengah hutan yang masih sangat alami, membuat pemandangan ini cukup langka untuk dinikmati. Sejarah Kim juga menceritakan kepada kami awal mula geiser tersebut ditemukan, yakni di awal abad ke-20. Itu pula sebabnya geiser ini tidak memiliki nama dalam bahasa Maori seperti objek wisata termal lainnya. Maori sendiri merupakan suku asli Selandia Baru. Menurut Kim, pada tahun 1901, penjara terbuka pertama di Selandia Baru berada di Waiotapu. Penjara itu dibuat untuk mengakomodasikan sejumlah tahanan yang memiliki perilaku baik dari seluruh penjara di Rotorua Lakes District. "Sekelompok tahanan yang sedang mencuci pakaian menemukan geiser ini. Waktu itu mereka tidak sengaja menjatuhkan sabun ke dalam mata air panas dan erupsi geiser langsung menyembur," ucapnya. (viv/01)
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…