Stasiun Luar Angkasa Cina Bermasalah dan Akan Turun Menyentuh Atmosfer Bumi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Cina – Ada stasiun luar angkasa di orbit yang bermasalah milik Cina. Stasiun ini akan kembali merosot turun ke Bumi. Dan kita tidak tahu di mana atau kapan akan tergelincir turun sesungguhnya. Mengerikan sebetulnya. Ini bukan film sain ilmiah yang mengerikan, ini kejadian real. Stasiun luar angkasa Tiangong-1 milik Cina bergerak liar tidak terkendali masuk kembali ke atmosfer bumi. Badan Antariksa Eropa (ESA) telah memantau situasi; hari ini, ia menyampaikan sebuah pembaruan yang mempersempit jendela kecelakaan. Stasiun luar angkasa akan jatuh di suatu tempat antara 43 derajat Utara dan Selatan, namun karena posisi sudut kemiringan Tiangong-1, kemungkinan besar stasiun besar ini akan mendekati minimum di wilayah khatulistiwa. Jangka waktu reentry adalah antara 29 Maret dan 9 April, namun dalam catatan ESA bahwa situasi ini sangat bervariasi. Reentry yang tidak terkendali ini bukan bagian dari rencana Tiangong-1, yang diluncurkan pada bulan September tahun 2011 dan telah menjadi tuan rumah dua misi awak kapal selama masa hidupnya. Semua wahana ruang angkasa yang melayang di orbit Bumi rendah, apakah itu disebut satelit atau Stasiun Luar Angkasa Internasional, akan tunduk pada resiko hambatan dari atmosfer bumi. Akibatnya, mereka kadang-kadang perlu menyesuaikan orbitnya untuk mencegah kerusakan. Masalahnya adalah, bahwa stasiun angkasa mili Cina Tiangong-1 itu berhenti merespons perintah untuk segera kembali keposisinya pada bulan Maret 2016. Pada dasarnya, benda tersebut matot (mati total) di angkasa dalam orbit, yang berarti bahwa Cina tidak dapat memerintahakan stasiun sebesar 34 kaki untuk kembali ke Bumi dan terbakar habis jatuh disatu daerah kosong yang tidak berpenghuni di Samudera Pasifik. ESA mencatat bahwa kita akan mendapat sedikit peringatan terlebih dahulu; mereka akan bisa memprediksi di mana dan kapan Tiangong-1 akan masuk kembali sehari sebelum eksekusi dilaksanakan. Perkiraan masih akan cukup kasar. Sebagian besar stasiun luar angkasa akan terbakar di atmosfer, tapi potongannya akan bertahan masuk kembali dan jatuh ke permukaan bumi. ESA mencatat bahwa, karena hamparan bumi luas dan ada area tidak berpenghuni, “Dalam sejarah antariksa, tidak ada korban manusia karena tertimpa puing-puing wanaha angkasa luar yang pernah dikonfirmasi.”(rts/04)
Tag :

Berita Terbaru

Pemkot Malang Inovasikan Pengelolaan Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM

Pemkot Malang Inovasikan Pengelolaan Sampah Plastik dan Styrofoam Jadi BBM

Kamis, 30 Jul 2026 12:23 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Sebagai langkah strategi dalam mengurangi volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang maupun ke lokasi…

KemenPPPA dan KPAI Apresiasi Berbagai Inovasi Surabaya untuk Perlindungan Anak

KemenPPPA dan KPAI Apresiasi Berbagai Inovasi Surabaya untuk Perlindungan Anak

Kamis, 30 Jul 2026 12:06 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memenuhi hak sekaligus memberikan perlindungan kepada anak mendapat apresiasi…

Terapkan Sistem Digital, Pendapatan Parkir Jalan Tanjung Anom Surabaya Naik Jadi Rp2,6 Juta

Terapkan Sistem Digital, Pendapatan Parkir Jalan Tanjung Anom Surabaya Naik Jadi Rp2,6 Juta

Kamis, 30 Jul 2026 12:00 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 12:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat penerapan sistem parkir digital di berbagai titik. Hasil evaluasi menunjukkan…

Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Balai POM Gelar Sosialisasi Gizi Seimbang dan Pangan Aman di Kelurahan Nitu

Dukung Percepatan Penurunan Stunting, Balai POM Gelar Sosialisasi Gizi Seimbang dan Pangan Aman di Kelurahan Nitu

Kamis, 30 Jul 2026 10:56 WIB

Kamis, 30 Jul 2026 10:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kota Bima - Sebagai upaya mendukung program prioritas nasional terkait percepatan penurunan angka stunting, Balai Pengawas Obat dan Makanan…

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…