Tercoreng dunia pendidikan di Kota Surabaya oleh k

Guru Agama Lecehkan 20 Siswi SD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.COM -Tercoreng dunia pendidikan di Kota Surabaya oleh kasus dugaan pelecehan sexsual yang dilakukan oknum guru Agama. 20 siswa di salah satu SD Negeri Surabaya Utara menjadi korban pelecehan. Kini 20 siswi SDN yang berada di kawasan Manukan Kulon, Tandes, Surabaya menjadi korban pelecehan. Pelaku adalah MZ, 43, warga Jalan Manukan Bakti Gang 20. Guru agama itu tega melecehkan siswinya di dalam kelas sejak dua bulan lalu. Dari informasi yang dihimpun aksi pencabulan itu dilakukan pelaku saat jam pulang sekolah. Dengan modus salaman, pelaku yang berada di depan lantas menyalami korban satu per satu sebelum keluar ruangan. Saat itulah pelaku beraksi dengan memegang payudara korban. Korban yang masih duduk di kelas IV, awalnya hanya diam mendapatkan perlakuan itu. Terbongkarnya aksi guru itu bermula dari salah satu siswi yang mengadukan kepada orang tua. Kemudian orang tua korban yang tak terima lantas mendatangi sekolah. Parahnya, ternyata tidak hanya seorang yang menjadi korban. Akan tetapi sudah ada 20 siswi yang menjadi korban ulah guru tidak tetap itu. Kapolsek Tandes Kompol Sofwan saat dikonfirmasi mengatakan, memang benar terjadi kasus pelecehan sexsual di salah satu SD di kawasan Manukan. Namun sampai detik ini belum ada keluarga korban dan pihak sekolahan yang melapor ke Polsek Tandes, Jumat (16/3). Dalam mediasi yang digelar Jumat pagi itu berlangsung secara tertutup. Pelaku pun turut dihadirkan. Di hadapan para orang tua korban dan pihak sekolah, pelaku meminta maaf karena telah melakukan perbuatan yang tidak senonoh kepada siswinya. Dari pengakuannya, aksi itu sudah berlangsung selama dua bulan. "Guru yang bersangkutan sudah mengajar selama kurang lebih setahun," ungkapnya. Dari pengakuan korban dan pelaku aksi pelecehan itu tidak sampai mengarah ke persetubuhan. Hanya saja korban dipegang payudaranya yang masih memakai seragam sekolah dengan modus dirangkul dan saat salaman pulang sekolah. "Para keluarga korban tidak mau melapor karena takut anaknya malah trauma berurusan dengan polisi. Dan pihak Polsek Tandes sudah menyarankan melapor, tapi keluarga tetap bersikeras tidak mau melapor," ungkapnya. Pihak orang tua korban juga meminta pihak sekolah untuk melakukan pendampingan terhadap para korban supaya tidak mengalami trauma yang berkepanjangan. Pihak sekolah pun memenuhi permintaan orang tua korban. Pendampingan akan dilakukan setiap hari supaya korban tidak mengalami ketakutan dan trauma di sekolah. "Setelah disepakati semua pihak, oknum guru yang bersangkutan sudah dipecat dari sekolah," tandasnya. Jul
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…