Kronologi Politisi PPP Jombang Meninggal Usai Kencan dengan Waria

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Safii Has (56) asal Dusun Ploso Rejo RT 5 RW 1, Desa Jombok, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang ditemukan meninggal di kebun tebu Jalan Raya Mlirip, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jumat (16/3/2018). Dari pemeriksaan sejumlah saksi, diketahui jika politisi PPP tersebut meninggal usai berhubungan dengan seorang waria. Waria berinisial V tersebut mengaku baru mengenal korban dan belum dibayar sebelum akhirnya korban meninggal. Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Puji Hendro Wibowo mengatakan, dari keterangan istri korban, Safii tidak memiliki kelainan seks alias nornal. "Namum dari keterangan saksi dan bukti yang ada, korban meninggal setelah berhubungan dengan waria," ungkapnya, Senin (19/3/2018). Masih kata Kapolresta, saksi V yang merupakan waria tersebut mengaku telah berkencan dengan korban sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Saat itu, V bertemu korban pada Jumat pekan lalu sekira pukul 23.00 WIB di lokasi yang biasa dijadikan ajang para waria meluapkan nafsu birahinya. "V mengaku baru pertama kali bertemu dan melayani korban untuk berhubungan intim. Setelah proses negosiasi, korban lantas diajak V ke lahan tebu untuk berhubungan intim dengan saling oral seks. Namun sesaat setelah mencapai klimaks, tanpa sebab dan akibat korban tiba-tiba tersungkur ke tanah dengan kondisi kejang-kejang," katanya. Melihat hal tersebut, V ketakutan dan berlari meninggalkan korban sendirian. Padahal, lanjut Kapolresta, V mengaku belum dibayar oleh korban. V lantas mengadu ke rekannya sesama waria, yakni A dan S yang berada tak jauh dari lokasi. Setelah menceritakan, ketiganya menyempatkan untuk mendatangi korban guna mengecek kondisi Safii. "Ketiga waria itu tersadar jika korban ternyata sudah tak bernyawa. Berdasarkan hasil visum dan otopsi luar tim dokter forensik Polda Jatim, memang tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Soal temuan darah yang keluar dari telinga, itu karena pecahnya pembuluh darah setelah korban menghembuskan nafas terakhir," tuturnya. Sehingga kesimpulan sementara, korban meninggal diduga karena serangan jantung. Pasalnya, lanjut Kapolresta, pihak keluarga mengatakan jika Safii mempunyai riwayat sakit jantung dan masih dalam pengobatan di rumah sakit. Ada bukti catatan medis jika korban pernah dirawat di rumah sakit selama dua minggu karena kelainan jantung. "Namun belum menutup peluang adanya unsur kesengajaan jika memang ditemukan bukti baru. Untuk memastikan penyebab asli kematiannya, kami masih menunggu hasil pemeriksaan organ dalam atau otopsi dalam tim dokter sebagai bukti pelengkap dari fakta dan keterangan yang sudah terkumpul. Saksi juga masih kita amankan sampai nanti keluar kesimpulannya," pungkasnya. (bj/04)
Tag :

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…