Udara Dipenuhi Racun, Tempat Paling Berbahaya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Apakah Anda tahu di mana tempat paling berbahaya di Bumi? Apakah ada di laut, udara atau di darat? Sebagian dari kita mungkin memiliki persepsi masing-masing, mengenai tempat yang paling berbahaya di Bumi. Tetapi untuk versi ilmuwan, tempat paling berbahaya di Bumi ini ada di Ethiopia. Tepatnya adalah di Dallol. Di mana di sini terdapat retakan Bumi, yang membentuk lanskap dan menjadi tempat paling panas di musim dingin sekalipun. Sejauh mata memandang, kita akan melihat hamparan yang berwarna kuning. Bahkan untuk menginjakkan kaki di sana, kita harus menggunakan alat keselamatan salah satunya masker. Hal ini karena udara di sini beracun. Lantas apakah ada yang hidup di sana? Suhu rata-rata tahunan di sini cukup tinggi, yaitu adalah 38 derajat Celcius. Pada bulan Juni, suhu bisa lebih tinggi lagi yaitu 46 derajat Celcius. Panas dan kering di Dallol adalah hal biasa, dan bisa membuat pengunjung merasa seperti berada di planet lain. Retakan tersebut terbentuk karena gunung berapi, yang terbuka. Di mana Bumi melepaskan senyawa kimia seperti fero klorida dan hidroksida besi di dalam air. Sehingga endapannya memiliki warna putih kehijauan atau bahkan kuning. Setelah beberapa waktu, mata air yang tidak aktif teroksidasi dan menjadi coklat seperti karat logam. Proses ini berulang selama bertahun-tahun, membasahi area yang tak bernyawa. Iklim tak kenal lelah di Dallol juga menjadikannya salah satu daerah paling terpencil di Bumi. Tidak ada jalan, dan unta adalah satu- satunya bentuk transportasi yang tersedia. Terlepas dari bahaya, nilai garam yang diproduksi di kawasan itu telah menarik sejumlah perusahaan ekstraktif di abad ke-20. Pada awal 1900-an, sebuah kota pertambangan bermunculan di sekitar kawah. Mulai dari penambang asal Italia dan Amerika sampai tahun 1960-an terus bermunculan. Tapi kini, kota-kota di sekitar kawasan ini semua ditinggalkan. Msekipun pedagang garam masih melakukan perjalanan ke Dallol, untuk mengumpulkan mineral dan ke kota terdekat, yaitu Berhale atau Mekele. Ladang garam ini memasok hampir 100 persen garam Ethiopia. Garam inilah yang menambah unsur bahaya lain ke wilayah itu. Garam Dallol bernilai uang yang banyak, yang berpotensi menjadi konflik. Orang-orang Afar nomaden bersenjata melindunginya, sebagai milik mereka, dan mempertahankan cadangan garam yang disebut “emas putih”. Pertikaian perbatasan kerap berlangsung antara Ethiopia dan Eritrea, dan sering tumpah ke wilayah Afar. Bahkan, dari 2007 hingga 2012 pejuang pemberontak menculik dan membunuh turis dan penduduk lokal dalam berbagai serangan. Namun demikian, kunjungan wisata terus berlanjut. Pengunjung disarankan untuk bepergian dengan penjaga bersenjata dan membawa banyak air. Dallol tidak seperti tempat lain di planet ini dan hanya untuk mereka yang pemberani, kesempatan sekali seumur hidup. (viv/01)
Tag :

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …