Hoax! Tak Ada Kandungan Bedak Bayi yang Picu Kanker

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sebagian produk perawatan kecantikan, dapat menimbulkan efek samping pada kesehatan saat digunakan. Salah satunya adalah efek samping bedak bayi yang mengandung talc, yang dipercaya dapat memicu timbulnya kanker karena mengandung zat karsinogenik atau zat pemicu sel kanker. Benarkah demikian? Hal tersebut dipercaya lantaran ada partikel kecil dari bedak bayi yang mengandung talc, yang dapat tertinggal di dalam tubuh dan memicu penyakit kanker. Di sisi lain, isu ini dianggap berita bohong mengingat sudah ada badan pengawas yang berwenang untuk menyeleksi setiap produk kecantikan yang dijual di Indonesia. Sebenarnya, apa itu talc atau talek yang terkandung di dalam produk bedak bayi? Bubuk talek sendiri terbentuk dari kandungan mineral yang terdiri dari unsur-unsur seperti magnesium, silikon, dan oksigen. Bentuknya yang berupa bubuk banyak digunakan sebagai produk kecantikan karena dapat menyerap kelembapan pada kulit dengan baik, sehingga baik bagi Anda yang memiliki kulit kering. Selain itu, bubuk talc juga mampu mengurangi gesekan antara kulit dan membantu mencegah timbulnya ruam. Lantas, benarkah sel kanker dalam tubuh dapat tumbuh akibat efek samping bedak bayi yang mengandung talc? Sebenarnya, bubuk talc sudah digunakan secara luas sejak zaman dahulu di dalam produk kosmetik, termasuk sebagai bedak bayi dan bedak wajah. Bedanya, sebelum tahun 1970, bedak bayi yang mengandung talc, juga mengandung asbestos. Nah, menurut American Cancer Society, asbestos ini bersifat karsinogenik sehingga memicul timbulnya sejumlah kanker pada tubuh. Lantas, apa saja risiko kanker pada tubuh jika terkena asbestos? Kanker ovarium Sebagian orang percaya, kalau salah satu efek samping bedak bayi yang mengandung talc dapat memicu kanker ovarium jika ditaburkan pada area vagina, atau pada pembalut wanita. Namun sebenarnya, hal tersebut hanya dapat terjadi jika partikel kecil ini masuk ke dalam vagina, lalu ke dalam saluran rahim, saluran telur, dan tertinggal di ovarium atau indung telur. Kanker paru-paru Selain mengancam organ seksual wanita, partikel asbestos pada bedak bayi yang mengandung talc, dapat memicu kanker paru-paru atau gangguan saluran pernapasan lainnya. Hal tersebut dapat terjadi jika ada taburan bubuk yang terhirup dan masuk ke paru-paru. Nah, partikel asbestos pada talc inilah yang dapat memicu sejumlah penyakit gangguan pernapasan. Lalu, bolehkah kita menggunakan bedak bayi yang mengandung talc? Seiring perkembangan di dunia teknologi kesehatan, kandungan-kandungan berbahaya yang terdapat pada produk kosmetik dan kecantikan dapat dihilangkan semaksimal mungkin. Selain itu, setiap negara memiliki badan pengawas obat dan makanan yang bertugas memeriksa dan menyeleksi jika ditemukan kandungan berbahaya pada produk tertentu. Di Indonesia sendiri, BPOM pun telah menyebutkan kalau kandungan talc pada bedak bayi aman untuk digunakan secara bebas dan tidak terbukti memicu timbulnya sel kanker. Jadi, kini Anda aman untuk menggunakan bedak bayi yang mengandung talc. Namun, jika Anda masih merasa khawatir dengan efek samping bedak bayi yang mengandung talc, berikut tips yang bisa Anda coba. 1. Daripada menaburkan bedak langsung pada area kelamin, lebih baik menaburkannya dengan cara menepuk dengan ringan di sekitar area tersebut. 2. Hindari menaburkan bedak langsung pada mata Anda. 3. Jangan menaburkan bedak bayi dengan tebal pada area wajah karena dapat mengganggu sistem pernapasan jika terhirup. 4. Jangan taburkan bedak bedak bayi langsung ke bayi Anda. Lebih baik kocok dan taburkan ke kain atau pakaian bayi terlebih dahulu, lalu tepukkan perlahan ke tubuh bayi Anda. Ternyata, isu seputar efek samping bedak bayi yang mengandung talc menimbulkan kanker tidaklah benar. Seiring berkembangnya teknologi kesehatan, sudah mampu menghilangkan segala zat berbahaya seperti asbestos dari dalam produk bedak bayi dan bedak lainnya. Selain itu, setiap produk kesehatan sudah melalui seleksi BPOM terlebih dahulu sehingga aman untuk digunakan secara bebas. Semoga bermanfaat!
Tag :

Berita Terbaru

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Dosen Hukum Korporasi Pertanyakan Dasar Hukum Perubahan Kebijakan CSR untuk STIKES BHM

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Dosen Hukum Korporasi Universitas Merdeka Madiun, Angga Pramodya Pradhana, mempertanyakan dasar hukum perubahan kebijakan Pemkot…

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Atasi Kekeringan, Pemkab Lamongan Salurkan Air Bersih

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Mengatasi dampak musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Lamongan salurkan 25 ribu liter air bersih kepada masyarakat, Selasa (28/7)…

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Hebat!, Kota Mojokerto Raih Empat Penghargaan HARGANAS Ke-33

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Inovasi, komitmen, dan keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam menjalankan berbagai program pembangunan keluarga membuahkan a…

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

DPR RI Apresiasi Kampung Batik Ceria Surabaya, Jadi Contoh Edukasi Anak Tanpa Gadget

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pagi itu, suasana di Jalan Sumber Mulyo IV, Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Surabaya, terasa berbeda. Di antara deretan rumah w…

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Taman Cak Durasim Jadi Pusat Kreasi, BHS Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya Jatim

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Anggota DPR RI Komisi VII, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengunjungi Taman Budaya Cak Durasim Surabaya, Rabu (29/7/2026). Dalam k…

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Ribuan Peserta KKN UMM Terlindungi Program BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

Rabu, 29 Jul 2026 16:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Malang - BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan kepada 1.258 mahasiswa peserta program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas …