Perlintasan KA Wonokromo Mangkrak, Dijanjikan Oktober Rampung

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Setelah di rencanakan bukan Oktober tahun ini selesai, perlintasan kereta api Wonokormo mangkrak. Hal ini membuat sejumlah pengendara mengeluhkan kemacetan yang terjadi mulai pagi, siang dan sore. Dari pantauan Surabaya pagi dilapangan, kemacetan yang terjadi diperlintasan Kereta api Wonokromo memang disebabkan penyempitan jalan karena rel kereta api yang belum ditutupi plat. Sejumlah kendaraan yang datang dari Ahmad Yani, sering kali berebut agar terhindar dari trafigt ligth. Bahkan, Sutopo salah satu pengendara, terjatuh karena bersenggolan dengan pengendara lainnya. Keinginannya untuk sampai ke tujuan lebih cepat, membuatnya tergesah-gesah melewati rel. Selain tak ingin berhenti ketika lampu merah selanjutnyaz Sutopo mengaku takut ditabrak kereta. "Biar ndak kena lampu merah lagi mas. Makanya pengen cepet-cepet, lha ini jalan sempit banget mas, katanya bulan oktober selesai, nyatanya sampai sekarang," kata Sutopo, Kamis (25/10/2018). Tak hanya Sutopo, Hendriawan, pengendara roda empat yang sering melintasi jalan tersebut merasa kecewa terhadap akan pemasangan plat perlintasan kereta api yang tak kunjung selesai. Ia menilai pemerintah kota Surabaya ataupun PT KAI setengah hati dalam menyelesaikan pekerjaan tersebut. "Dari dulu kok ndak selesai-selesai. Dulu saya baca berita katanya nunggu platnya atau apa itu, nyatanya sekarang, pas susah ada platnya malah mangkrak," kata Hedriawan. Kedua pengendara tersebut mungkin adalah sebagian dari ribuan warga yang Surabaya yang berharap agar dinas terkait segera menyelesaikan pemasang plat Rel Kereta Api di perlintasan Wonokromo. jmi
Tag :

Berita Terbaru

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

SURABAYAPAGI : Kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kabar pencabutan sertifikat mualaf kliennya oleh…

MUI dan PBNU, Gusar Pemerkosaan Santriwati di Ponpes

MUI dan PBNU, Gusar Pemerkosaan Santriwati di Ponpes

Kamis, 07 Mei 2026 05:54 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:54 WIB

SURABAYAPAGI : Kini MUI dan PBNU, mulai gusar atas peristiwa pemerkosaan santriwati di Ponpes Pati. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas…

Menag Tegaskan Kekerasan Seksual Cederai Martabat Kemanusiaan

Menag Tegaskan Kekerasan Seksual Cederai Martabat Kemanusiaan

Kamis, 07 Mei 2026 05:50 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI : Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan tak ada toleransi bagi kekerasan seksual."Sikap saya terkait tindak kekerasan seksual itu jelas dan…

Kompolnas Diperkuat, Studi Kasus AKBP Polda Jatim

Kompolnas Diperkuat, Studi Kasus AKBP Polda Jatim

Kamis, 07 Mei 2026 05:46 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:46 WIB

SURABAYAPAGI : Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri, Jimly Asshiddiqie, mengatakan Presiden Prabowo Subianto setuju Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas)…

OJK pun Dihantui Arus Dana Keluar, Apalagi Pemerintah

OJK pun Dihantui Arus Dana Keluar, Apalagi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 05:40 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI : Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Tanah Air saat ini masih dihantui oleh arus…

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Tim Terpadu Pertambangan Panggil Pengusaha Tambang, Beri Peringatan Tegas Soal Aktivitas Ilegal

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

Rabu, 06 Mei 2026 20:02 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Tim Terpadu Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) Kabupaten Mojokerto memanggil puluhan pemilik galian C tak b…