Manuver Amien bisa Blunder

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Berbagai manuver dilakukan Amien Rais di masa kampanye Pilpres 2019. Setelah mengerahkan massa saat dirinya diperiksa kasus hoax Ratna Sarumpaet, kini mantan Ketua MPR itu menuntut KPK mengungkap dugaan korupsi pejabat-pejabat tinggi negara. Namun manuver Amien Rais ini dinilai malah akan menjadi blunder, yang bisa berdampak pada capres-cawapres yang didukungnya. Yakni, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Peneliti politik dari Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdus Salam menyebut Amin Rais terlihat ambisius untuk kembali masuk dalam lingkaran kekuasaan pemerintahan. Sehingga apa yang dilakukannya terkadang justeru membuat blunder. “Menurut saya ini terkait agenda Pilpres, untuk mengkonstruksi dan menguasai agenda medan wacana publik yang bisa menarik perhatian. Sebagai mantan ketua MPR apa yang dilakukan Pak Amin ini kendati absah tapi tidak lazim, dan terlalu politis. Ya momentum Pilpres bisa membuat semua aspirasi menjadi politis. Tapi jika disampaikan dengan cara yang tidak tepat, justru akan kontraproduktif,” ujar Surokhim kepada Surabaya Pagi, Senin (29/10/2018). Karena itu, lajut Surokhim, pesan yang seharusnya bagus untuk bangsa malah menjadi naïf, karena proses penyampaiannya kurang menarik. Apalagi tokoh-tokoh yang hadir bersama Amien, sudah bisa terbaca. “Menurut saya kurang alami dan momentumnya terlalu politis, tokoh-tokohnya juga terlalu kasat mata untuk kepentingan Pilpres,” sebut dia. Pakar Hukum Tata Negara (HTN) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Hananto Widodo mengatakan wajar jika Amin Rais menyerang isu-isu korupsi ke pemerintah. Menurutnya, Amien Rais merupakan repersentasi dari oposisi. “Tentunya mendapat dukungan juga dari parpol-parpol oposisi,” cetus dia. Kendati demikian, apa yang dilakukan Amin Rais dan sejumlah politikus oposisi tersebut merupakan bentuk dari pencitraan kelompoknya saja. Mendesak untuk penanganan korupsi, agar mereka dipandang sebagai kelompok yang bersih. Tidak lain itu merupakan upaya pembentukan opini untuk meraup suara pada Pemilu 2019. “Jelas, semua pejabat korup diproses KPK. Mulai anggota DPR, menteri sampai kepala daerah. Sehingga tuntutan Amien itu tak lebih hanya sebagai pembentukan opini publik agar publik menganggap mereka adalah kelompok anti korupsi. Jadi tak lebih untuk kepentingan Pemilu 2019,” papar dia. Dosen sosiologi politik Unesa, Agus Mahfud Fauzi punya pandangan lain, Ia menilai wajar Amin Rais menggelar diskusi dan menemui KPK. Sebab saat ini ia hanya rakyat bisa. Sehingga untuk menyampaikan aspirasi, boleh-boleh saja menggelar forum di gedung DPR/MPR. “Aspirasi mereka untuk disampaikan. Tugas wakil rakyat dan MPR bagaimana suara rakyat tersampaikan lewat mereka Menurut saya posisi beliau itu kan sebagai rakyat lagi menyampaikan aspirasi menuntuk pemerintahan yang bersih,” ucapnya. Ketika ditanya apakah ada hubungannya dengan agenda pilpres, Agus menjelaskan jika hal tersebut kebetulan saja. Saat ini momennya sedang hanyat-hangatnya untuk berkampanye Pemilu 2019. Juga kebetulan yang menyampaikan aspirasi ini kelompok oposisi. “Kalau saya tidak sampai dengan hubungan pada pilpres. Kalau bicara pilpres saat-sat ini bisa dihubung-hubungkan dengan pilpres. Tetapi beliau-beliau itu kan saat ini saja begitu kebetulan saat ini punya spirasi yang bagus yang perlu direspon. Kebetulan mereka oposisi yang kemudian menjadi masalah,” pungkasnya. n qin
Tag :

Berita Terbaru

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Lampu Lalin Mati, Perempatan Mayjend Panjaitan Semrawut Tanpa Pengaturan

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 16:55 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Arus lalu lintas di perempatan Jl. Mayjend Panjaitan Kota Madiun tampak semrawut setelah lampu lalu lintas di lokasi tersebut padam …

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

‎Maidi Disebut Penentu Nilai CSR, Saksi Sidang Ungkap Permintaan Rp 600 Juta Demi Perizinan Lancar

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 15:08 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Fakta baru kembali terungkap dalam sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pemerasan berkedok tanggung jawab sosial perusahaan (TS…

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkapz Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Saksi Sidang Korupsi Madiun Ungkapz Maidi Peras Pengusaha Bayar CSR 1,1 Miliar 

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 14:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Pengusaha pengembang perumahan Citra Puri Majapahit 3 dan Citra Puri Pajajaran Joko Wijayanto mengungkapkan peran Wali Kota Madiun n…

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Ali Mufthi Tekankan Keteladanan KH Sholeh Nahrawi untuk Mencetak Santri Berilmu dan Bermoral

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 13:53 WIB

SurabayaPagi, Probolinggo – Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, mengajak generasi muda, khususnya kalangan santri, untuk m…

Apresiasi Dedikasi, Walikota Ning Ita Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 628 ASN

Apresiasi Dedikasi, Walikota Ning Ita Serahkan Satyalancana Karya Satya kepada 628 ASN

Sabtu, 20 Jun 2026 12:39 WIB

Sabtu, 20 Jun 2026 12:39 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto – Sebanyak 628 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Mojokerto menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya …

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela  ‎

JPU Sebut Perlawanan Thariq Sudah Masuk Perkara, Sidang Lanjut Putusan Sela ‎

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

Jumat, 19 Jun 2026 20:08 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh perlawanan hukum yang dilakukan advokat terdakwa Tho…