Donald Trump Dinilai Bekerja Melawan Palestina

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Sekretaris Jenderal Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina Saeb Erekat menuding Amerika Serikat (AS) bekerja melawan negaranya. Hal itu disampaikan ketika berpidato di Universitas Yordania di Amman, Rabu (7/11). “Presiden AS Donald Trump menargetkan rakyat Palestina, menuduh mereka membuat masalah karena kami menolak keputusannya mengenai Yerusalem,” kata Erekat dalam pidatonya, dikutip laman Anadolu Agency. “Presiden AS mengatakan kepada kami bahwa dia tidak akan membuat keputusan apa pun tentang Yerusalem, tapi apa yang terjadi hanya menegaskan bahwa dia bekerja melawan kami,” ujar Erekat. Ia mengatakan seluruh dunia telah menyebut Yerusalem sebagai “garis merah”. “Pada hal apa pemerintaha Trump mendasarkan keputusannya,” katanya. Palestina telah menarik diri dari perundingan damai dengan Israel yang dimediasi AS. Hal itu dilakukan setelah AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Desember 2017. Kendati demikian, AS tetap berupaya menarik kembali Palestina ke meja perundingan. Terdapat beberapa cara yang ditempuh AS untuk mewujudkan ambisinya. Pertama yakni dengan menghentikan kontribusinya untuk Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Keputusan itu tak pelak membuat UNRWA seketika mengalami krisis pendanaan. Sebab AS merupakan penyumbang dana terbesar untuk UNRWA, yakni mencapai rata-rata 300 juta dolar AS per tahun. AS juga memutuskan mengalihkan dana pembangunan sebesar 200 juta dolar AS untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza. Presiden AS Donald Trump memerintahkan langsung pengalihan dana tersebut Selain itu, AS memutuskan menutup kantor perwakilan PLO di Washington. Langkah tersebut dikecam keras oleh Otoritas Palestina. Palestina telah menanggap langkah-langkah yang diambil AS itu sebagai cara agar mereka menerima konsep kesepakatan damai yang dikenal dengan istilah "Deal of the Century". Konsep kesepakatan itu telah ditolak karena disebut-sebut tak lagi menyertakan pembahasan perihal Yerusalem dan hak pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah yang kini diduduki Israel.
Tag :

Berita Terbaru

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Pansus BUMD DPRD Jatim Bakal Jalan-Jalan ke Luar Negeri Bulan Depan

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 21:32 WIB

Surabaya, Surabayapagi.com - Dokumen resmi hasil Rapat Badan Musyawarah (Banmus) tertanggal 23 Februari 2026, tercantum agenda kegiatan Perjalanan ke Luar…

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Surabaya Raih Predikat Kota Terbaik Pertama dalam Pengelolaan Sampah se-Indonesia Tahun 2025

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 20:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kota Surabaya kembali menorehkan prestasi sebagai salah satu daerah dengan kinerja lingkungan terbaik di Indonesia. Berdasarkan…

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Dorong Ekonomi Lokal, JConnect Ramadan Vaganza 2026 Resmi Dibuka di Balai Kota Surabaya

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Halaman Balai Kota Surabaya kembali semarak dengan dibukanya gelaran JConnect Ramadan Vaganza 2026, Rabu (25/2). Event yang…

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Hakim Khawatir Orang Atasnamakan Majelis

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:40 WIB

Jelang Vonis Kamis Hari Ini, dalam Perkara Dugaan Korupsi Minyak Mentah yang Rugikan Negara Rp 285 triliun      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Hakim Ketua pe…

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Tiga Partai dan Akademisi Setuju Batas Parlemen dihapus

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:37 WIB

Hasil Pemilu 2024, Ada 50 juta hingga 60 juta Suara Rakyat Terbuang Sia-sia Akibat Parliamentary Threshold 4%     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putusan MK a…

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Pasal Praktik Nepotisme Presiden atau Wapres, Digugat ke MK

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

Rabu, 25 Feb 2026 19:34 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pemohon sebagai pemilih berpotensi tidak memiliki kesempatan memilih calon presiden pilihan sendiri secara bebas jika ada keluarga…