Megahnya Garuda Wisnu Kencana, ada 3 Fakta Menarik dibaliknya

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada Juli 2018, patung Dewa Wisnu atau lebih dikenal dengan sebutan Garuda Wisnu Kencana (GWK) akhirnya rampung setelah dibangun kembali sejak 2013 lalu. Ikon Bali karya Nyoman Nuarta ini pun kini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dalam maupun luar negeri yang tengah berlibur ke Pulau Dewata. Dengan tinggi mencapai 121 meter dan terletak 264 meter di atas permukaan laut, GWK bahkan bisa dilihat dari kejauhan. Karena kemegahannya itulah, patung ikonik ini juga sering digunakan sebagai lokasi pementasan budaya maupun musik bertaraf internasional. Di balik megahnya GWK, masih terdapat banyak fakta menarik lainnya yang sayang untuk dilewatkan. Berikut tujuh fakta dan sejarah menarik patung GWK. 1. Sengaja dibuat terpisah Saat berkunjung ke kawasan GWK Cultural Park, pengunjung akan disuguhi dengan bagian-bagian patung seperti setengah tubuh Dewa Wisnu dan patung kepala garuda. Ternyata, hal tersebut dilakukan secara sengaja oleh sang pembuat patung, Nyoman Nuarta. Menurut Marketing Communication GWK Cultural Park, Oktaviano Pratomo, penempatan patung secara terpisah ini dilakukan untuk menarik perhatian orang-orang agar lebih penasaran dengan proyek besar tersebut. "Tahun 2000 awalnya pak Nyoman membuka kawasan ini dipajang satu per satu maksudnya agar orang tertarik kalau akan ada project gede untuk ini. Cuma dalam perjalanannya, klasik sih permasalahan biaya," ujarnya, Sabtu (10/11). 2. Patung tertinggi keempat di dunia Patung GWK menempati urutan keempat sebagai patung tertinggi di dunia, berada tepat di bawah monumen Sardar Patel di India yang memiliki tinggi 182 meter. Meski hanya menempati posisi keempat, namun patung yang berada di Kuta Selatan ini berhasil dinobatkan sebagai patung terlebar di dunia dengan lebar 64 meter dihitung dari bentang sayap terluar patung garuda. 3. Tersusun dari 754 modul Saking megahnya, patung GWK merupakan ikon Bali yang bisa dilihat dari kejauhan. Tak mengherankan bahwa patung GWK membutuhkan ratusan bahkan ribuan material untuk membangunnya. Menggunakan bahan utama berupa campuran tembaga dan kuningan, patung Dewa Wisnu yang sedang mengendarai garuda tersebut terbuat dari 754 modul dengan total berat mencapai lebih dari 2.900 ton. Selain itu, ada 21 ribu batang baja dan 170 ribu baut untuk menyambung patung. Menariknya, seluruh Modul tersebut dibuat di studio pribadi Nyoman Nuarta yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…