Nushu, Satu-satunya Aksara dari China yang Dirancang untuk Wanita

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Jika Indonesia mengenal sosok Kartini sebagai tokoh emansipasi yang memperjuangkan hak wanita untuk mendapatkan pendidikan, China punya cara lain bagi wanitanya untuk dapat belajar membaca dan menulis. Adalah Nushu, sebuah sistem penulisan yang didesain secara eksklusif bagi para perempuan di China untuk membaca dan menulis. Nushu menjadi cara para bangsawan China di masa lampau untuk memberikan pendidikan bagi putri mereka. Sebab, pada masa itu para perempuan di China tidak memiliki akses untuk menikmati pendidikan. Berasal dari daerah Jiangyong, Nushu diperkirakan muncul pada abad ke-19. Secara harafiah, ’Nushu’ dalam bahasa China diartikan sebagai ’Tulisan Perempuan’. Nushu umumnya digunakan untuk menulis surat antara saudara perempuan, otobiografi, merekam lagu rakyat, menuliskan teka-teki, menerjemahkan puisi Cina kuno, dan membuat lagu. Nushu tidak hanya dapat kamu temukan di kertas, para wanita China kuno biasanya juga menuliskannya di kipas mereka. Terkadang, ada pula yang menuliskan Nushu dalam bentuk sulaman di pakaian, sapu tangan, atau ikat pinggang. Menuliskan Nushu dalam berbagai media menjadi kebiasaan bagi para perempuan China tempo dulu. Mereka biasanya akan berkumpul untuk menjahit dan bernyanyi bersama. ’’Adanya Nushu memberikan perempuan China di masa lampau ruang ekspresi dan ’curhat’ untuk menuangkan isi hati serta mengeringkan air mata’’, kata Tan Dun, seorang komposer dan konduktor ternama asal China yang juga Duta Besar Kehormatan UNESCO. Tan Dun juga mengungkapkan bahwa ketika ia mendengar lagu-lagu Nushu, ia yang seorang komposer ternama seakan mampu merasakan tangis para wanita China di masa lalu. Itu juga yang menjadi alasan Tan untuk kembali ke Hunan pada tahun 2008 untuk meneliti Nushu. Tak hanya menjadi media surat-menyurat dan berpuisi, Nushu ternyata pernah mengambil bagian dalam reformasi sosial China. Hal ini dibuktikan dari sebuah temuan artefak di Nanjing, Ibu Kota Provinsi Jiangsu. Sayang, Nushu saat ini berada dalam ambang kepunahan. Selain karena tak banyak lagi orang yang menggunakannya, pemegang budaya Nushu sekaligus penulisnya yang paling terkenal, Yang Huanyi telah meninggal pada 20 September 2004 silam.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…