Sri Mulyani: Dunia Usaha Akan Hadapi Lesunya Permintaan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com,Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa ke depan, dunia usaha akan menghadapi tantangan dari demand side atau sisi permintaan. "Kalau kemarin khawatir nilai tukar, sekarang anda akan berhadapan demand side yang mengalami penurunan," kata Sri dalam acara CEO Network di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, Senin, 3 Desember 2018. Sri Mulyani menceritakan perbincangannya dengan beberapa menteri dari berbagai negara saat gelaran G-20 di Buenos Aires, Argentina, beberapa waktu lalu. Salah satunya dengan Menteri Perminyakan Arab Saudi Al-Falih. Al-Falih, kata Sri Mulyani, menilai kondisi pasar dunia memang belum pasti di tengah permintaan minyak yang menurun dan produksi minyak yang saat ini oversupply. "Maka saat ini tergantung pada Rusia dan Arab Saudi bagaimana mengatur keseimbangan akibat ekses suplai ini," ujarnya. Harga minyak dunia sedang menurun beberapa bulan terakhir. Kemarin, harga minyak berada di level US$ 60 per barel. Tren penurunan harga ini mulai terjadi pada pertengahan Oktober lalu, setelah sempat mencapai puncaknya pada awal Oktober di kisaran US$ 90. Selain dengan Al-Falih, Sri Mulyani juga berbicara dengan dua pejabat penting di Eropa yaitu Menteri Keuangan Britania Raya Philip Hammond dan Menteri Keuangan Italia Giovanni Tria. Sri menanyakan apakah arah perekonomian kedua negara masih akan mendukung ke arah pembangunan ekonomi dunia yang berkelanjutan. Di Britania Raya saat ini sedang terjadi penentuan Brexit (British Exit) apakah Britania Raya (Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara) untuk keluar dari Uni Eropa atau tidak. Sementara Italia mengalami kontraksi pada perekonomian mereka akibat permintaan domestik yang melemah sehingga ikut menggerus Pendapatan Domestik Bruto (PDB). "Untuk Brexit, mereka bilang itu tinggal masalah voting yang menang siapa, kalau Italia baru akan melakukan pembicaraan," ujarnya. Maka secara global, kata Sri Mulyani, kondisi perekonomian dunia mungkin akan lebih stabil tapi masih tetap dengan pertumbuhan yang rendah. Meski begitu, Sri Mulyani menilai Indonesia masih memiliki fondasi pelindung yaitu permintaan domestik yang masih tinggi. "Kami perlu menjamin domestic demand tetap kuat dan tahan," ujarnya. Sri menuturkan, ada tiga komponen dari domestic demand yang dijaga oleh pemerintah yaitu konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah, dan investasi. Sementara, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2019 yang baru saja disetujui Pemerintah dan DPR, menurut dia sudah diatur cukup baik sebagai ancang-ancang ketidakpastian global di 2019. "Yaitu pada kondisi harga komoditas global yang turun, dan minyak dunia yang bukannya naik, tapi malah turun," ujar Sri Mulyani.
Tag :

Berita Terbaru

Di Tengah Permintaan Melonjak, Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM Subsidi Aman

Di Tengah Permintaan Melonjak, Pemkab Lumajang Pastikan Stok BBM Subsidi Aman

Minggu, 28 Jun 2026 11:04 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Guna memastikan stoknya aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, tengah menggencarkan…

Dorong Hilirisasi Garam, Pemkab Malang Berupaya Komunikasikan dengan Pusat

Dorong Hilirisasi Garam, Pemkab Malang Berupaya Komunikasikan dengan Pusat

Minggu, 28 Jun 2026 10:58 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 10:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Menindaklanjuti realisasi hilirisasi garam di wilayah pesisir Malang, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, menyatakan…

Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Sumenep Gencarkan Modernisasi Alat-alat Pertanian

Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Sumenep Gencarkan Modernisasi Alat-alat Pertanian

Minggu, 28 Jun 2026 10:51 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan hasil produktivitas hasil panen sekaligus mendukung program swasembada…

Peringati 10 Muharam, Pemkot Surabaya Beri Santunan 1.500 Anak Yatim Lintas Agama

Peringati 10 Muharam, Pemkot Surabaya Beri Santunan 1.500 Anak Yatim Lintas Agama

Minggu, 28 Jun 2026 10:46 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 10:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka memperingati 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota…

PC ISNU Lamongan Delegasikan 12 Kadernya Mengikuti MKISNU Tingkat Jatim di Kampus Unisda

PC ISNU Lamongan Delegasikan 12 Kadernya Mengikuti MKISNU Tingkat Jatim di Kampus Unisda

Minggu, 28 Jun 2026 09:11 WIB

Minggu, 28 Jun 2026 09:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebanyak 12 kader Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Lamongan, berhasil menuntaskan Madrasah Kader yang…

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…