Test Biometrik Susahkan Calon Jamaah Umroh & Haji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Calon Jamaan Umroh dan Haji Indonesia termasuk dari Jawa Timur beberapa bulan ini terpaksa antri dan klesotan di salah satu sudut BG Junction, Blauran, Surabaya. Mereka ‘dipaksa’ mengikuti aturan dari Pemerintah Arab Saudi untuk melakukan test Biometrik sebagai syarat sebelum berangkat ibadah. Kondisi itu diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI, Hasan Aminuddin usai melakukan test biometrik karena dalam waktu dekat akan melaksanakan umroh. Mantan Bupati Probolinggo ini ikut mengantri panjang bersama calon jamaah lain hingga berjam-jam. “Saya lihat disana, orang antri sampai kelesotan, karena alatnya Cuma satu dan di Jawa Timur hanya ada satu tempat di Surabaya dan Malang,” ungkap Hasan, Kamis (3/1/2018). Lanjut Hasan, hal ini sangat tidak manusiawi. Karena Pemerintah Indonesia sudah mengikuti kemauan dari kedutaan Arab Saudi, namun alat biometriknya belum memadai. Padahal menurut keterangan petugas swasta penyedia alat tersebut, setiap hari antriannya mencapai 1500 orang. “Pantas saja, Amphuri (Asosiasi Penyelenggara Umroh dan Haji Indonesia) menolak diberlakukannya biometrik yang menggunakan standart Arab Saudi, karena sebenarnya Pemerintah kita juga sudah melakukannya ketika foto KTP,” paparnya. Untuk itu, Hasan mendesak Kementerian Agama segera melakukan negoisasi ke kerajaan Arab saudi, untuk segera menyediakan peralatan rekam biometrik haji. Di mana, alat rekam sidik jari dan retina mata ditempatkan di seluruh Kantor Imigrasi di Indonesia. Hasan mengungkapkan bahwa setiap orang membutuhkan waktu 15 menit untuk melakukan rekam biometrik. “Andaikan ini bukan urusan ibadah, Saya usulkan boikot saja. Biar Arab Saudi merasakan bagaimana dampak terhadap kebijakan itu, terutama pendapatannya ketika jamaah haji dan umroh dari Indonesia sepi,” tegasnya. Hasan yang juga Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPR RI meminta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menemui Kerajaan Arab Saudi agar bersedia menempatkan alat perekam biometrik di semua kantor imigrasi. Hal ini untuk mengurangi terjadinya antrean panjang bagi calon jamaah. “Saya tidak bisa membayangkan begitu tersiksanya orang Islam yang akan umrah dan haji. Apalagi orangnya berasal dari pelosok. Idealnya semua Imigrasi harus ada alat biometrik,” ujarnya. Menurutnya, Kerajaan Arab Saudi harus benar-benar memperhatikan masalah ini. “Arab Saudi pasti paceklik di Mekkah dan Madinah. Kalau Indonesia tidak haji dan umroh. Karena estimasi umroh tiap tahun 1 juta dan haji 250 juta antara regular dan plus. Dan mayoritas jamaah Indonesia memakai hotel bintang lima,” pungkasnya.
Tag :

Berita Terbaru

Kompolnas Awasi Operasional Polri Melalui Investigasi

Kompolnas Awasi Operasional Polri Melalui Investigasi

Kamis, 07 Mei 2026 06:30 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:30 WIB

SURABAYAPAGI : Komisi Percepatan Reformasi Polri telah menyerahkan rekomendasi mengenai reformasi kepolisian ke Presiden Prabowo Subianto. Hasil akhir tersebut…

Pimpin DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif untuk  Kepentingan Rakyat

Pimpin DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri Perkuat Sinergi Eksekutif–Legislatif untuk Kepentingan Rakyat

Kamis, 07 Mei 2026 06:28 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:28 WIB

Surabaya Pagi – Kekosongan Ketua DPRD Kota Surabaya akhirnya terisi. Tongkat estafet kepemimpinan DPRD Kota Surabaya resmi berganti. Yang sebelumnya dijabat a…

Biadab! Santri Hamil Dinikahkan dengan Santri Senior

Biadab! Santri Hamil Dinikahkan dengan Santri Senior

Kamis, 07 Mei 2026 06:23 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:23 WIB

SURABAYAPAGI : Kuasa hukum santriwati korban pemerkosaan pendiri ponpes di Pati mengungkapkan salah satu perilaku biadab tersangka berinisial AS (52). Ada…

Mantan Dirut PT Pertamina, Naik Banding Dihukum Badan 4x Lebih Berat

Mantan Dirut PT Pertamina, Naik Banding Dihukum Badan 4x Lebih Berat

Kamis, 07 Mei 2026 06:15 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:15 WIB

SURABAYAPAGI : Ingat kasus vonis mantan Direktur Umum PT Pertamina (Persero) periode 2012-2014, Luhur Budi Djatmiko. Saat banding, vonisnya malah diperberat…

Hakim Militer Jadwalkan Periksa Aktivis kontras di RS

Hakim Militer Jadwalkan Periksa Aktivis kontras di RS

Kamis, 07 Mei 2026 06:11 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:11 WIB

SURABAYAPAGI : Hakim mengatakan jika Andrie tak bisa hadir secara fisik maka majelis yang akan datang ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan di tempat.…

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kuasa hukum Richard Lee, Tegaskan Mualaf itu Urusan Personal dengan Sang Pencipta

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

Kamis, 07 Mei 2026 06:10 WIB

SURABAYAPAGI : Kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kabar pencabutan sertifikat mualaf kliennya oleh…