Fakta dan Mitos Paracetamol

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Paracetamol atau asetaminofen merupakan obat yang paling akrab bagi masyarakat awam. Sebab obat ini selain dijual bebas, juga dianggap sebagai pertolongan pertama untuk meredakan berbagai gejala penyakit dari ringan hingga berat. Paracetamol biasanya digunakan untuk mengobati rasa sakit ringan hingga sedang, mulai dari sakit kepala, nyeri haid, sakit gigi, nyeri sendi, juga untuk meredakan demam. Dianggap aman untuk dikonsumsi berbagai kalangan dan kelompok usia, banyak mitos beredar seputar penggunaan paracetamol untuk keseharian. Ada beberapa fakta dan mitos seputar paracetamol, berikut di antaranya. 1. Penghilang nyeri saat haid Ini adalah fakta. Menurut dokter Tulus, paracetamol bisa membantu menghilangkan nyeri ringan yang bukan disebabkan peradangan. 2. Redakan demam Fakta. Paracetamol menghambat prostaglandin, sehingga deman berkurang. 3. Tidak aman bagi penderita hepatitis Fakta. Pada pasien dengan gangguan fungsi hati, paracetamol bisa tetap berada dalam darah untuk waktu lama, sehingga ada penurunan zat yang bisa merusak hati. 4. Aman dikonsumsi balita hingga manula Fakta. Paracetamol merupakan pilihan obat yang aman. "Tapi sesuaikan dosis sesuai usianya," kata Tulus. 5. Konsumsi berlebih sebabkan gangguan ginjal Mitos. Paracetamol dapat digunakan pada pasien gagal ginjal tapi disesuaikan kebutuhan pasien. 6. Penderita alergi dilarang mengonsumsi paracetamol Mitos. Paracetamol merupakan pilihan obat relatif aman, tapi bukan sebagai obat anti-alergi. 7. Konsumsi paracetamol bikin mual dan sakit perut Fakta. Salah satu gejala awal keracunan paracetamol adalah mual dan muntah, kehilangan napsu makan, dan nyeri perut. Sementara itu, dia juga memberikan tips mengonsumsi paracetamol. Menurutnya, meski dijual bebas dan sangat mudah untuk didapat tanpa resep, tetap harus memperhatikan dosis yang harus dikonsumsi. "Untuk orang dewasa, dianjurkan mengonsumsi paracetamol 1-2 tablet sebanyak 500 miligram (mg) hingga 1 gram tiap 4-6 jam sekali dalam 24 jam," ujarnya. Paracetamol termasuk mudah diserap oleh tubuh dan dampaknya bisa dirasakan dalam kurun waktu 30 menit usai dikonsumsi. Namun bagi penderita gangguan hati konsumsiparacetamol perlu diperhatikan karena bisa memperparah kerusakan hati.
Tag :

Berita Terbaru

Awali Pertandingan dengan Hasil  Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Awali Pertandingan dengan Hasil Sempurna, Persela Bungkam Persis Solo 2-0

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 19:41 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Persela Lamongan mengawali kompetisi Pegadaian Championship 2026/2027 dengan hasil sempurna. Menjamu Persis Solo di Stadion…

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Pemkot Mojokerto Buka Layanan Validasi Data bagi Warga Terdampak Perubahan Desil

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Perubahan desil ekonomi menjadi keresahan banyak warga yang disampaikan kepada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan P…

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Perkuat Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan, Golkar Surabaya Targetkan 10 Kursi di Pemilu Mendatang

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Surabaya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) sekaligus pengukuhan pengurus…

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Angin Kencang, Operasional Paralayang Gunung Banyak Dihentikan Sementara

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Menindaklanjuti fenomena angin kencang yang meningkat secara signifikan di sekitar area lepas landas (take-off) memaksa para pengelola…

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Tradisi Unik Bersih Desa, Warga di Ngawi Gelar Saling Lempar ‘Perang Nasi’

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 15:32 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Tradisi unik di Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, saat rangkaian bersih desa atau sedekah bumi…

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Bangkalan Targetkan Pekerja Lokal Terserap Industrialisasi

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

Minggu, 13 Sep 2026 14:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bangakalan - Sebagai upaya memberikan peluang kerja dan menekan angka pengangguran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan,…