Polemik Wacana Militer Isi Jabatan Sipil

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
SURABAYAPAGI.com - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengeluarkan wacana akan merestrukrisasi penempatan perwira menengah dan tinggi untuk mengisi jabatan institusi pemerintahan, dengan membuat 60 pos baru dan revisi UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Sesuai dengan aturan penempatan jabatan sipil bagi TNI yang sudah diatur dalam Pasal 47 ayat 2—menjelaskan bahwa Anggota TNI yang mengisi jabatan pemerintahan harus mengundurkan diri. Langkah kebijakan ini merupakan bagian dari proses mengurai problematika restrukturisasi jenjang karir dan rotasi yang membuat banyak perwira menengah dan tinggi di organisasi TNI tidak mendapatkan pos pengisian jabatan (logjams organization). Hal-hal yang krusial dalam relasi dalam konsolidasi demokrasi adalah bagaimana mengatur relasi hubungan militer-sipil-pemerintah—sebuah silang relasi yang sampai sekarang masih menimbulkan banyak masalah dalam prosesnya. Alhasil, proses reformasi TNI yang menjadi bagian penting untuk membuka kran baru demokratisasi kehidupan publik melawan praktik korporatisme pada zaman Orde Baru, semakin menemukan problematika bagaimana tata semangat reformasi di internal organisasi TNI dapat sejalan dengan semangat pembangunan nilai-nilai demokratisasi, Masalah lain yang muncul dari masalah ini tentu saja pengelolaan perilaku politik dalam proses reformasi birokrasi di organisasi birokrasi kementerian. Bukan saja akan menimbulkan konflik kepentingan antara budaya birokrasi di TNI dan kementerian—budaya birokrasi yang ada di lingkungan TNI, terutama dalam hal budaya dan jenjang promosi jabatan, tentu saja akan bertentangan dengan budaya birokrasi dan jenjang promosi jabatan yang ada di kementerian. Selain memunculkan masalah baru untuk jalannya reformasi birokrasi di kementerian. Ada satu masalah proses strukturasi, yang artinya seorang perwira TNI yang mengisi jabatan sipil akan terkendala dengan lingkungan birokrasi pemerintahan yang berbeda dengan lingkungan birokrasi pertahanan. Apalagi, Reformasi TNI sudah membawa jauh TNI untuk tidak masuk dalam wilayah pemerintahan dan kehidupan sipil. Aris Santoso dalam tulisannya Promosi Jabatan Perwira TNI: Pudarnya Tradisi Banyumasan membuat istilah “like father like son”. Contoh pola promosi yang paling dekat dengan istilah ini adalah promosi Letjen TNI Andika Perkasa (Akmil 1987), yang merupakan menantu Letjen TNI (Purn) Hendropriyono (Akmil 1967). Kemudian promosi jabatan Brigjen Maruli Simanjuntak (Akmil 1992), yang merupakan menantu Luhut Binsar Panjaitan (Akmil 1970). Meskipun dalam konteks politik dan kepemimpinan pemerintahan pola nya tradisi promosi dan jenjang karir di kubu TNI tidak selalu sama. Tetapi tradisi ini mungkin menjadi penanda baru bahwa pola promosi TNI yang didasarkan pada hubungan patronase politik yang kuat menjadi pola promosi dan jenjang karir “like father like son” yang dikemukakan Aris Santoso. Tetapi memang, pola tradisi pola patronase politik yang memang tidak pernah hilang dalam promosi jabatan dan karir TNI, membuat karir dan nasib baik di TNI sangat ditentukan oleh pola tradisi ini. Banyak para perwira menengah dan tinggi yang memiliki karir dan pengalaman yang baik, tetapi kalah dalam relasi patronase politik yang kuat. Wacana pengisian jabatan sipil oleh Perwira TNI rasional jika dilihat dari perspektif internal TNI dalam mengurai fenomena logjams dalam pengisian jabatan dan jenjang karir. Tetapi, menjadi bahaya jika dilihat dari semangat reformasi TNI dan konsolidasi demokrasi di Indonesia. Budaya kuat peran Militer pada Orde Baru menjadi penting bahwa membawa kembali TNI untuk mengisi jabatan sipil merupakan pilihan yang tidak rasional diantara opsi kebijakan yang dapat diambil. Di tengah kondisi ancaman pertahanan yang sangat berubah sangat cepat, lebih baik skema penguatan internal organisasi TNI dengan membentuk pos jabatan baru sesuai dengan kebutuhan keamanan negara menjadi pilihan penting untuk dijalankan. Perubahan pendekatan strategi yang mengarah pada soft diplomacy menjadi pola penguatan institusi internal TNI menjadi penting. Hubungan sipil-militer yang sudah dalam jalan yang baik pasca reformasi seharunya menjadi semangat melanjutkan reformasi TNI yang harus diperkuat. Dan, pilihan rasional untuk memperkuat hubungan sipil-militer adalah dengan berpedoman pada semangat demokratisasi Indonesia yang masih mencari bentuk.
Tag :

Berita Terbaru

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Kasus Dugaan Penggelapan Rp 28 Miliar, Kuasa Hukum Rahmat Muhajirin Ungkap Perkembangan di Bareskrim dan Polda Jatim

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 17:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perkembangan laporan dugaan tindak pidana penggelapan dan laporan palsu yang dilaporkan pihak Subandi terhadap kliennya, terus…

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

DPRD Tetapkan Program Pembentukan Perda Kabupaten Sumenep Tahun 2026

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sumenep- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Sumenep menggelar Rapat Paripurna  dengan agenda Penetapan Program Pembentukan P…

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut  UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Tabayyun 189 Calon Ketua DPC PKB Jatim Ikut UKK Tahap Satu, Lulus Baru Bisa Maju

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 16:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Malang – Sebanyak 189 calon Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB se-Jawa Timur telah mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) t…

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Bukan Dicuri, Hilangnya Lampu Lalin di Perak Timur Gegara Kejatuhan Dahan Pohon

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, media sosial (medsos) dihebohkan dengan video lampu lalu lintas yang hilang di Traffic Light Jalan Perak Timur.…

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Libatkan 40 Cabor, Piala Wali Kota Surabaya 2026 Jadi Ajang Seleksi Atlet Porprov 2027

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai mematangkan pembinaan atlet menuju ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur…

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Dukung Efisiensi BBM, Pemkot Surabaya Lelang Puluhan Kendaraan Dinas dengan Masa Pakai Lebih dari 7 Tahun

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

Minggu, 12 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam rangka mendukung efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai melelang sebanyak…